Apa Itu Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan?

Beberapa pengembang/developer kerap menawarkan promo free BPHTB dalam pemasaran produk propertinya. BPHTB sendiri adalah singkatan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.

Umumnya, ini menjadi salah satu syarat dokumen dalam prosedur pembuatan sertifikat tanah melalui notaris atau PPAT. Sama halnya dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPn), biaya BPHTB ditanggung oleh pembeli rumah.

Dalam transaksi jual beli tanah atau properti lainnya, pihak pembeli maupun penjual memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Oh ya, sejatinya ada perbedaan antara bea dan pajak, yaitu pembayarannya dilakukan terpisah.

Jika Kamu punya niatan untuk membeli properti, maka penting buat Kamu mengetahui bedanya bea dan pajak beserta cara ngitungnya. Biar lebih jelasnya, cek ulasan berikut ini.

Apa itu BPHTB?

BPHTB merupakan pungutan atas perolehan hak atas tanah atau bangunan. Dengan begitu, Kamu wajib membayar bea ini ke otoritas setempat ketika membeli properti baik bangunan atau tanah.

Hal-hal yang menyangkut bea ini termaktub dalam Undang-undang (UU) Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa otoritas yang menarik bea ini adalah pemerintah kabupaten atau kota.

Pungutan ini bisa dikenakan baik kepada pribadi/individu maupun badan/organisasi. Singkatnya, setiap transaksi perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan, baik individu maupun organisasi, maka diwajibkan membayar bea.

Tarif BPHTB ini berkisar 5% dari harga beli dikurangi dengan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP).

Cara Menghitung BPHTB

Sebelum menghitung, Kamu harus tahu dulu besaran NPOPTKP. Berikut rumus perhitungannya;

5% x Dasar Pengenaan Pajak (NPOP – NPOPTKP)

Biar lebih jelas, berikut contoh bagaimana perhitungan besaran tarif yang harus dibayarkan. Misalnya Kamu membeli tanah di Jakarta dengan harga Rp 200 juta. NPOPTKP dari tanah tersebut adalah Rp80 juta.

Maka, berikut perhitungan tarif BPHTB-nya;

  • NPOP = Rp200.000.000,00
  • NPOPTKP = Rp80.000.000,00
  • BPHTB = 5% x (Rp200.000.000,00 – Rp80.000.000,00)
  • 5% x Rp120.000.000,00 = Rp6.000.000,00

Menurut hasil perhitungan tersebut, maka tarif BPHTB yang harus disetorkan adalah sebesar Rp6 juta. BPHTB sendiri bisa dibayarkan melalui bank yang bekerja sama.

Disadur dari 99.co

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan