Kabar terbaru dari proyek Tol Jogja–Solo, khususnya segmen Prambanan–Purwomartani, progresnya udah nyampe sekitar 94 persen per akhir April 2026. Proyek ini ditargetin rampung Juni 2026, jadi tinggal nunggu finishing aja.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja-Solo, Rudy Hardiansyah, bilang kalau sekarang pengerjaan difokusin di titik-titik krusial, terutama di area simpang susun alias interchange Purwomartani.
Fokus di Titik Krusial
Meski udah hampir selesai, masih ada beberapa bagian di interchange yang lagi dikerjain. Tapi secara keseluruhan, progresnya udah sesuai target kontrak dan makin mendekati garis finish.
Targetnya, badan jalan utama tol ini bisa selesai Juni 2026. Tapi jangan salah, meski jalan utamanya jadi, masih ada pekerjaan tambahan di luar tol, kayak penataan jalan arteri Solo–Jogja dan pembangunan bundaran.
Belum Bisa Langsung Dipakai
Nah, ini yang sering disalahpahami. Walaupun konstruksi selesai, tol ini belum tentu langsung dibuka. Masih ada tahap penting kayak uji laik fungsi dan uji laik operasi yang harus dilewatin dulu.
Selain itu, ada juga faktor lain kayak pembebasan lahan dan proses administrasi yang nggak sepenuhnya ada di tangan pengelola proyek. Jadi, tetap harus sabar nunggu semuanya beres.
Peran Penting Buat Konektivitas
Segmen Prambanan–Purwomartani ini punya panjang sekitar 11,48 km dan jadi bagian penting dari tahap pertama pembangunan Tol Jogja–Solo. Ruas ini bakal jadi penghubung utama ke wilayah timur Jogja.
Saat ini, tol yang sudah beroperasi baru sekitar 30,91 km, dari Kartasura sampai Prambanan. Dengan tambahan segmen ini, konektivitas makin lancar dan potensi macet di jalur utama Solo–Jogja bisa berkurang.
Sempat Dipakai Saat Lebaran
Menariknya, ruas ini sempat dibuka sementara pas arus mudik Lebaran 2026. Selama kurang lebih dua minggu, tol ini dipakai buat bantu kelancaran pemudik, terutama yang keluar dari Jogja.
Hasilnya? Positif banget. Volume kendaraan tinggi dan cukup membantu ngurangin kepadatan.
Dampak ke Depan
Kalau nanti udah resmi beroperasi, tol ini nggak cuma bikin perjalanan lebih cepat, tapi juga bisa dorong pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah Sleman dan sekitarnya.
Intinya, proyek ini bukan cuma soal jalan, tapi juga soal perkembangan kawasan ke depannya.
Disadur dari regional.espos.id