Rekayasa Lalu Lintas Mulai Diberlakukan di Jembatan Kewek Karena Kondisi yang Tak Memungkinkan


Mulai hari Rabu (10/12/2025) kemarin, Jembatan Kewek resmi diberlakukan rekayasa lalu lintas karena kondisinya sudah masuk kategori kritis. Jembatan yang sudah berdiri lebih dari satu abad ini mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari bagian ujung yang patah, pergeseran sekitar 3 cm, sampai penurunan 10 cm yang bikin strukturnya makin rentan. Perkiraan kekuatannya sekarang cuma sekitar 20–30 persen, jadi pemerintah memutuskan untuk membongkarnya total setelah semua proses penanganan darurat berjalan.

Dishub Kota Yogyakarta, Satlantas Polresta Yogyakarta, Polda DIY, dan Dishub DIY sudah melakukan pengecekan lapangan sejak Selasa (9/12). Mereka ngecek semua akses yang terdampak supaya arus baru yang diterapkan bisa berjalan lancar. Salah satu langkah yang langsung terlihat adalah pemasangan portal pembatas tinggi kendaraan di pertigaan Kridosono, tepatnya di sisi barat Kolam Renang Umbang Tirta. Tingginya 3,45 meter, dan fungsinya jelas: mencegah bus besar dan kendaraan bertonase berat lewat Jembatan Kewek yang sekarang udah nggak kuat nahan beban besar.

Untuk sementara, kendaraan berat dilarang total melintas. Motor masih boleh lewat, tapi terbatas, terutama untuk membantu akses warga Ledok Tukangan yang memang bergantung pada jalur itu. Polisi juga ngingetin masyarakat buat nggak berhenti atau parkir di atas jembatan biar bebannya nggak makin berat.

Untuk pengalihan arusnya, kendaraan dari Stasiun Yogyakarta yang mau ke Malioboro wajib memutar lewat sisi timur Stadion Kridosono. Sementara itu, kendaraan dari Jalan Mataram yang biasanya belok kanan ke Jalan Kleringan sekarang harus lewat lajur kiri. APILL juga sudah diaktifkan buat bantu ngatur arus biar nggak terjadi penumpukan. Kendaraan dari arah Kridosono menuju Malioboro juga diarahkan lewat sisi timur.

Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta sudah memastikan kalau Jembatan Kewek memang harus dibongkar total. Pemerintah pusat lewat Kementerian PUPR sudah siap mengalokasikan dana sekitar Rp19 miliar dari APBN tahun 2026 buat pembangunan jembatan baru yang posisinya dekat kawasan Malioboro ini. Dengan kondisi yang makin mengkhawatirkan, rekayasa lalu lintas ini jadi langkah penting buat menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan proses pembangunan bisa berjalan tanpa risiko tambahan.

Disadur dari portaljogja.pikiran-rakyat.com

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan