Relawan Damkar Akui Bingung Hadapi Api Misterius di Rumah Agus Yani

Fenomena kemunculan api misterius di rumah Agus Yani, warga Kasulan, Seyegan, Sleman, masih belum menemukan jawaban pasti. Selama lebih dari sepekan, api muncul puluhan kali secara acak di berbagai sudut rumah dan membakar sejumlah barang rumah tangga.

Kondisi ini membuat relawan pemadam kebakaran, peneliti, hingga aparat terus melakukan pengawasan dan penelitian untuk mengungkap penyebab sebenarnya.

Titik Api Muncul Acak dan Sulit Diprediksi

Menurut Ketua Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Sleman, Hermas Risriyanto, jumlah kemunculan api sudah mencapai lebih dari 40 kali. Yang membuat fenomena ini membingungkan adalah lokasi dan waktu munculnya api tidak bisa diprediksi.

Api paling sering membakar benda-benda yang mudah terbakar seperti kain, plastik, busa, hingga pembungkus kabel. Kemunculannya bisa terjadi di berbagai ruangan tanpa pola yang jelas.

Relawan bersama warga pun harus berjaga selama 24 jam untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Relawan Akui Baru Pertama Kali Menangani Kasus Seperti Ini

Hermas mengaku fenomena ini menjadi pengalaman pertama yang pernah ia temui selama terlibat dalam penanganan kebakaran. Biasanya penyebab kebakaran bisa ditelusuri dengan lebih mudah, tetapi kasus di Seyegan berbeda.

Tidak ada tanda-tanda yang muncul sebelum kebakaran terjadi. Warga juga tidak mencium bau gas, melihat percikan api, ataupun mendengar suara ledakan. Api seolah muncul begitu saja tanpa peringatan.

Karena itulah, hingga kini relawan masih kesulitan menjelaskan fenomena tersebut.

Muncul Dua Dugaan Penyebab

Sejumlah tim ahli yang datang ke lokasi menemukan beberapa kemungkinan penyebab. Tim dari UGM dan Gegana Polda DIY menduga sumber gas metana berasal dari septic tank dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang berada di sekitar rumah.

Gas metana yang terakumulasi dalam jumlah tertentu diduga berpotensi memicu munculnya api.

Namun, tim dari Fakultas Geologi UPN Veteran Yogyakarta memiliki dugaan lain. Mereka menemukan indikasi adanya gas rawa di area sekitar 100 meter sebelah timur rumah.

Gas Rawa Juga Jadi Sorotan

Menurut hasil pengamatan awal, terdapat aliran air di bawah sebuah jembatan yang diduga menghasilkan gas rawa. Para peneliti menduga gas tersebut bisa merambat menuju rumah melalui rekahan atau celah tanah yang ada di kawasan tersebut.

Meski begitu, semua temuan tersebut masih berupa dugaan awal dan membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya.

Rumah Disarankan Kosong Selama Sebulan

Berdasarkan hasil observasi sementara, para peneliti menyarankan agar rumah Agus Yani dikosongkan selama kurang lebih satu bulan. Tujuannya agar proses penelitian bisa berjalan maksimal sekaligus mengurangi risiko bagi penghuni rumah.

Meski rumah tidak ditempati sementara waktu, relawan pemadam kebakaran tetap akan melakukan pemantauan rutin. Sejumlah alat pemadam api ringan juga telah disiagakan di lokasi.

Selain kerugian material akibat barang yang terbakar, keluarga Agus Yani juga harus menghadapi tekanan mental karena selama beberapa hari terakhir mereka nyaris tidak bisa beristirahat dengan tenang. Sementara itu, warga masih menunggu hasil penelitian yang diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti fenomena api misterius tersebut.

Disadur dari radarjogja.jawapos.com

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan