Api Misterius di Seyegan Diduga Bukan dari Gas Alam

Kasus kemunculan api misterius di sebuah rumah warga di Kasuran, Seyegan, Sleman, terus menjadi perhatian banyak pihak. Setelah dilakukan kajian awal, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) DIY menyebut fenomena tersebut kemungkinan besar bukan berasal dari gas alam yang muncul dari dalam bumi.

Sebaliknya, dugaan sementara mengarah pada akumulasi gas metana yang berasal dari septic tank dan kemudian merembes ke permukaan tanah.

Kondisi Geologi Seyegan Tidak Mendukung Adanya Gas Alam

Menurut DPUP ESDM DIY, wilayah Seyegan didominasi endapan vulkanik muda hasil aktivitas Gunung Merapi, seperti pasir, abu vulkanik, tuf, dan sedimen aluvial. Material tersebut tidak memiliki karakteristik yang dibutuhkan untuk membentuk cadangan gas alam atau hidrokarbon.

Selain itu, kawasan Seyegan juga tidak dikenal memiliki struktur geologi besar seperti cekungan sedimen, sesar aktif, atau lipatan batuan yang biasanya menjadi tempat terbentuknya akumulasi gas alam.

Karena alasan tersebut, kemungkinan adanya sumber gas alam di bawah permukiman warga dinilai sangat kecil.

Dugaan Mengarah ke Gas Metana dari Septic Tank

Hasil pengamatan lapangan menunjukkan bahwa api yang muncul secara sporadis lebih mungkin dipicu oleh gas metana yang berasal dari septic tank. Gas ini dapat terbentuk dari proses pembusukan bahan organik dan bersifat mudah terbakar.

Kondisi tanah di Seyegan yang berpori dan cukup longgar juga memungkinkan gas merembes ke permukaan melalui celah atau rekahan tanah. Jika gas terkumpul dalam jumlah tertentu, potensi munculnya titik api menjadi lebih besar.

Inilah yang saat ini menjadi fokus utama dalam penyelidikan berbagai pihak.

Pemantauan dan Penanganan Terus Dilakukan

Meski sejumlah langkah penanganan telah dilakukan, kemunculan api masih terpantau di beberapa titik. Karena itu, DPUP ESDM DIY terus berkoordinasi dengan BPBD Sleman, PLN, dan instansi terkait untuk melakukan pemantauan serta penanganan lanjutan.

Tim gabungan juga dijadwalkan melakukan pemeriksaan langsung di lokasi guna mencari penyebab pasti dan mencegah munculnya titik api baru.

Akademisi Ikut Dilibatkan

Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih akurat, pemerintah daerah menggandeng akademisi dan ahli dari berbagai bidang. Penelitian lanjutan dilakukan untuk memastikan apakah fenomena ini benar-benar disebabkan oleh gas metana atau ada faktor lain yang ikut berperan.

Pendekatan ilmiah dianggap penting agar hasil investigasi bisa memberikan jawaban yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penghuni Diminta Mengungsi Sementara

Sambil menunggu hasil penelitian lebih lanjut, BPBD Sleman meminta penghuni rumah untuk mengungsi sementara demi alasan keselamatan. Selain itu, bantuan logistik seperti makanan, matras, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya juga telah diberikan kepada keluarga terdampak.

Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko jika sewaktu-waktu api kembali muncul. Warga pun berharap misteri kemunculan api di Seyegan segera terungkap sehingga situasi dapat kembali normal.

Disadur dari jogja.idntimes.com

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan