Gedung Grahadi Surabaya Dibakar Massa

Suasana di pusat kota Surabaya, tepatnya di Gedung Negara Grahadi, berubah jadi kacau balau. Massa yang awalnya berkumpul untuk aksi, mulai merangsek masuk ke dalam gedung. Mereka nggak cuma teriak-teriak, tapi langsung melakukan aksi anarkis: membakar, merusak, sampai menjarah barang-barang yang ada di dalam.

Kebakaran pertama terpantau di salah satu bagian bangunan. Api makin membesar dan merambat ke atap gedung. Dari luar, api dan asap hitam kelihatan jelas, bikin suasana sekitar makin mencekam. Barang-barang di dalam gedung pun jadi sasaran. Massa merusak apa saja yang mereka temui: mulai dari kursi, printer, komputer desktop, monitor, sampai peralatan besi di dalam gedung. Ada juga yang bawa barang-barang keluar, alias dijarah.

Jalan Gubernur Suryo, lokasi Grahadi berdiri, langsung berubah jadi zona panas. Situasi benar-benar nggak kondusif. Polisi dan aparat keamanan yang berjaga kelihatan kewalahan menghadapi ribuan massa yang makin beringas.

Padahal, sebelumnya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sempat turun langsung menemui massa sekitar pukul 20.39 WIB. Ia datang ditemani Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin. Di tengah kerumunan, Khofifah berusaha menenangkan massa dan mengajak mereka nggak terprovokasi.

“Saya harap semua dilakukan dengan baik, jangan anarkis, jangan terprovokasi,” ucap Khofifah.

Tapi, upaya itu nggak membuahkan hasil. Bahkan, situasi sempat ricuh karena ada oknum yang melempar air ke arah Khofifah saat ia mau bicara. Setelah itu, massa malah makin liar. Hanya berselang sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 21.27 WIB, massa mulai bakar-bakar di lima titik sekitar Grahadi. Spanduk, lapisan gapura, dan beberapa properti lain disulut api. Petasan juga ikut dinyalakan, sebagian bahkan diarahkan ke dalam area gedung.

Api yang membesar di beberapa titik bikin keadaan makin kacau. Terlihat beberapa bagian bangunan Grahadi udah terbakar hebat. Aparat mencoba memadamkan api dan membubarkan massa, tapi jumlah orang yang terlibat terlalu banyak.

Kondisi ini jelas bikin suasana Surabaya malam itu mencekam. Gedung Negara Grahadi, yang selama ini jadi ikon sekaligus pusat pemerintahan Jawa Timur, rusak parah akibat aksi anarkis.

Aksi ini juga jadi bukti kalau situasi demo bisa cepat berubah dari damai jadi chaos kalau massa udah terprovokasi. Upaya negosiasi yang dilakukan Gubernur nggak cukup buat menahan emosi massa yang udah terlanjur panas.

Sampai berita ini muncul, belum ada keterangan resmi detail soal kerugian yang ditimbulkan. Tapi, yang jelas, kerusakan di dalam gedung cukup besar dan butuh waktu lama buat pemulihan.

Disadur dari detik.com

 

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan