Sejak sertifikat tanah mulai beralih ke versi elektronik, banyak orang sempat bingung dan ragu. Wajar sih, karena selama ini kita terbiasa lihat dan pegang sertifikat fisik yang tebal dan penuh cap. Begitu semuanya pindah ke bentuk digital, muncul pertanyaan: ini beneran aman atau cuma file yang gampang diutak-atik?
Tapi Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, udah kasih penjelasan kalau sistem sertifikat elektronik ini aman banget. Mereka pakai firewall berlapis dan proteksi siber yang ketat. Jadi soal takut data dicuri, disadap, atau sertifikat dipalsukan, sebenarnya nggak perlu dibesar-besarin.
Format sertifikat elektronik ini adalah file PDF yang disimpan rapi di brankas digital milik pemegang hak. Kamu bisa akses langsung lewat aplikasi resmi Sentuh Tanahku. Kalau tetap pengen pegang versi fisik, Kantor Pertanahan bisa bantu cetakin pakai kertas keamanan khusus. Tapi misalnya kertas itu hilang atau kena tumpahan kopi pun, nggak masalah. Tinggal cetak ulang dari file digital aslinya karena yang dinilai sah adalah datanya, bukan kertasnya.
Nah, salah satu yang paling praktis dari sistem baru ini adalah cara ngeceknya yang super simpel. Kamu nggak perlu lagi antre, ngisi formulir panjang, atau bolak-balik loket. Setiap sertifikat elektronik punya QR code unik yang langsung terhubung ke database resmi ATR/BPN. Selama kode itu kebaca dan cocok sama data kamu, berarti sertifikat kamu valid, terdaftar, dan resmi.
Cara cek di aplikasi Sentuh Tanahku juga gampang banget:
- Download dulu aplikasinya.
- Daftar dan buat akun.
- Login seperti biasa.
- Siapin sertifikat elektronik kamu, mau versi cetak atau file digital juga bisa.
- Pilih menu Scan Dokumen.
- Arahkan kamera ke QR code yang ada di sertifikat.
Begitu proses scan berhasil dan sistem langsung ngarahin kamu ke brankas elektronik di aplikasi, itu artinya sertifikat kamu bener dan aman.
Aplikasi ini dibuat supaya masyarakat nggak perlu repot lagi ngurus pertanahan secara manual. Selain hemat waktu, sistem elektronik bikin data lebih terjaga dari risiko hilang, rusak, atau dipalsukan. Kamu juga nggak perlu lagi nyimpen tumpukan berkas yang makan tempat dan gampang raib.
Intinya, sertifikat tanah digital itu bukan sekadar tren teknologi, tapi langkah buat bikin layanan pertanahan lebih praktis, aman, dan efisien. Jadi kalau kamu belum nyobain Sentuh Tanahku, sekarang kayaknya waktu yang pas buat mulai pakai.
Disadur dari kompas.com