Nggak cuma seremoni, Universitas Islam Indonesia (UII) ngerayain milad ke-83 dengan cara yang lebih meaningful. Mereka ngadain program sosial berupa bedah rumah dan bagi-bagi bantuan buat warga di Kapanewon Ngemplak, Sleman. Kegiatannya berlangsung Kamis (5/3/2026) dan langsung dapet perhatian dari Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang ikut hadir di lokasi.
Bedah Rumah Buat Warga Ngaliyan
Program utamanya adalah bedah rumah buat salah satu warga, Andi Prastowo, yang tinggal di Padukuhan Ngaliyan, Widodomartani. Secara simbolis, pembangunan rumah ini dimulai lewat peletakan batu pertama yang dilakukan bareng oleh Bupati Sleman, Rektor UII, dan pihak terkait lainnya.
Nilai bantuannya juga nggak main-main, sekitar Rp60 juta. Dana ini berasal dari donasi Novel Arsyad yang disalurkan lewat lembaga zakat milik UII. Harapannya, bantuan ini bisa bikin kualitas hunian warga jadi lebih layak dan nyaman.
Bagi Sembako untuk Warga Sekitar
Nggak cuma bedah rumah, rangkaian milad UII juga diisi dengan pembagian 200 paket sembako. Bantuan ini disalurkan ke warga dari lima desa di wilayah Ngemplak. Jadi manfaatnya nggak cuma dirasain satu orang, tapi lebih luas ke masyarakat sekitar.
Apresiasi dari Bupati Sleman
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, ngasih apresiasi tinggi buat UII atas kegiatan ini. Menurutnya, apa yang dilakukan UII bukan sekadar acara perayaan kampus, tapi bentuk nyata kepedulian ke masyarakat.
Dia juga bilang kalau peran kampus itu penting banget dalam pembangunan daerah, terutama buat bantu ngurangin kemiskinan dan ningkatin kualitas hidup warga. Pemerintah Sleman pun terbuka banget buat kolaborasi ke depannya biar dampaknya makin besar dan berkelanjutan.
Harapan dari UII
Rektor UII, Fathul Wahid, juga nyampein rasa terima kasih ke Pemkab Sleman, khususnya wilayah Ngemplak, yang udah mendukung jalannya kegiatan ini.
Menurutnya, kegiatan sosial kayak gini bisa jadi cara buat mempererat hubungan antara kampus, pemerintah, dan masyarakat. Jadi nggak cuma kerja sendiri-sendiri, tapi bisa bareng-bareng bikin perubahan.
Semangat Pemberdayaan
Fathul juga ngejelasin kalau dana bantuan ini berasal dari zakat dan infak dosen serta tenaga kependidikan UII. Program ini nggak cuma fokus ke bantuan sesaat, tapi juga bawa semangat pemberdayaan.
Artinya, penerima manfaat diharapkan bisa jadi lebih mandiri ke depannya, bukan sekadar bergantung pada bantuan.
Penutup
Intinya, milad ke-83 UII jadi bukti kalau perayaan kampus juga bisa punya dampak nyata buat masyarakat. Lewat program sosial kayak gini, hubungan antara kampus dan warga makin dekat, dan manfaatnya juga bisa langsung dirasain.
Disadur dari patmamedia.com