Kenali Perbedaan KPR Syariah dan Konvensional, Jangan Sampai Salah Pilih

Beli rumah lewat KPR masih jadi pilihan banyak orang karena nggak perlu bayar lunas di awal. Secara umum, ada dua jenis KPR yang bisa dipilih, yaitu KPR konvensional dan KPR syariah. Sekilas memang mirip, tapi cara kerja keduanya cukup berbeda. Supaya nggak salah pilih, yuk kenali perbedaannya.

Sistem Transaksi Berbeda

Perbedaan paling utama ada pada sistem pembiayaannya. KPR konvensional menggunakan sistem pinjaman dengan bunga, sedangkan KPR syariah memakai akad jual beli atau akad syariah lainnya yang bebas riba.

Di KPR syariah, bank membeli rumah terlebih dahulu, lalu menjualnya kembali kepada nasabah dengan harga yang sudah disepakati sejak awal. Jadi, keuntungan bank berasal dari margin penjualan, bukan bunga.

Soal Bunga dan Cicilan

KPR konvensional menerapkan bunga yang bisa berubah mengikuti kondisi pasar atau suku bunga acuan. Akibatnya, jumlah cicilan bisa naik atau turun setelah masa bunga tetap berakhir.

Sebaliknya, KPR syariah tidak mengenal bunga. Besaran cicilan sudah ditentukan sejak akad ditandatangani dan nilainya tetap sampai masa kredit selesai. Buat yang ingin anggaran bulanan lebih stabil, skema ini sering dianggap lebih nyaman.

Tenor dan Denda

Bank konvensional umumnya menawarkan tenor yang lebih panjang, bahkan bisa mencapai 20 hingga 30 tahun. Dengan tenor lebih lama, cicilan bulanan biasanya terasa lebih ringan.

Sementara itu, KPR syariah umumnya memiliki tenor sekitar 10 sampai 15 tahun. Karena jangka waktunya lebih singkat, cicilan per bulan biasanya lebih besar. Namun, beberapa produk KPR syariah juga tidak menerapkan denda keterlambatan seperti yang umum ditemukan pada KPR konvensional.

Mana yang Lebih Cocok?

Kalau kamu ingin cicilan yang tetap dan menghindari sistem bunga, KPR syariah bisa jadi pilihan menarik. Tapi pastikan kemampuan finansialmu cukup untuk membayar cicilan yang biasanya lebih besar.

Di sisi lain, KPR konvensional cocok buat yang ingin tenor lebih panjang sehingga beban cicilan bulanan lebih ringan. Hanya saja, kamu juga perlu siap jika suatu saat bunga berubah dan angsuran ikut naik.

Sesuaikan dengan Kondisi Keuangan

Nggak ada pilihan yang benar atau salah. Baik KPR syariah maupun konvensional punya kelebihan masing-masing. Yang paling penting, pilih skema yang sesuai dengan kemampuan finansial, kebutuhan, dan rencana jangka panjangmu. Dengan begitu, proses punya rumah impian bisa berjalan lebih aman tanpa membebani keuangan di kemudian hari.

Disadur dari ocbc.id

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan