Kalurahan Banyurejo lagi gerak cepat memanfaatkan tanah kas desa yang sebelumnya terbengkalai. Lahan yang dulu nggak produktif itu sekarang disulap jadi kebun alpukat dengan harapan bisa ngasih dampak ekonomi buat warga sekitar. Program ini mulai jalan sejak Oktober 2025 dan jadi salah satu upaya desa buat bangkit setelah terdampak pembangunan Tol Jogja–Bawen.
Didukung CSR dan Libatkan Warga
Program penanaman alpukat ini didukung lewat bantuan CSR dari PT Penjamin Infrastruktur Indonesia. Lewat program ini, sekitar 900 bibit alpukat dibagikan dan ditanam, baik di tanah kas desa maupun oleh warga Banyurejo sendiri. Penanamannya nggak cuma di satu lokasi, tapi tersebar di beberapa titik dengan total luas lahan sekitar 3,5 hektar, menyesuaikan kondisi tanah yang memang terpisah-pisah.
Varietas Disesuaikan Kondisi Wilayah
Supaya hasilnya maksimal, jenis alpukat yang ditanam juga nggak sembarangan. Pihak kalurahan memilih varietas Miki karena dinilai cocok dengan ketinggian dan kondisi geografis Banyurejo. Sejauh ini, perkembangan tanamannya terpantau cukup bagus dan tumbuh sesuai harapan.
Nggak Cuma Tanam, Tapi Juga Dampingan
Biar program ini nggak berhenti cuma di tahap tanam, Kalurahan Banyurejo juga ngadain pelatihan okulasi alpukat pada awal Januari 2026. Pelatihan ini diikuti pamong desa dan warga, dengan menghadirkan praktisi alpukat berpengalaman dari Salaman, Magelang. Materinya fokus ke teknik okulasi biar tanaman cepat tumbuh dan hasil panennya lebih optimal.
Menurut lurah setempat, perawatan dan peningkatan skill warga jadi kunci. Kalau cuma nanam tanpa tahu cara ngerawat, hasilnya pasti nggak maksimal.
Dikelola BUMKal, Hasil Buat Warga
Untuk pengelolaannya, kebun alpukat di tanah kas desa ini diserahkan ke BUMKal. Mulai dari perawatan, pemupukan, sampai penyemprotan jadi tanggung jawab BUMKal, tapi warga tetap dilibatkan sebagai pengelola lapangan dan penerima manfaat.
Selain bikin lingkungan lebih hijau, alpukat dipilih karena punya nilai ekonomi yang cukup stabil. Meski masa panennya sekitar tiga sampai empat tahun, harga alpukat relatif aman di kisaran Rp 15.000 sampai Rp 30.000 per kilogram. Harapannya, saat panen tiba, hasilnya bisa langsung dirasakan warga dan bantu ningkatin ekonomi Banyurejo.
Disadur dari joglonews.com