Uji coba Malioboro full pedestrian akhirnya resmi jalan pada 1–2 Desember, hal inipun langsung jadi perbincangan. Meski konsepnya menuju kawasan yang lebih ramah pejalan kaki, Pemkot Yogyakarta tetap ngasih kelonggaran buat beberapa jenis kendaraan biar aktivitas ekonomi di sana tetap aman. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, juga udah ngejelasin kalau roda ekonomi Malioboro gak bakal mandek gara-gara uji coba ini.
Menurut Hasto, masih ada kendaraan tertentu yang boleh melintas, kayak Bus Trans Jogja dan andong. Jadi akses kawasan ini tetap kebuka, cuma gak sebebas biasanya. Ia bilang, skema kali ini juga beda dari uji coba sebelumnya yang full 24 jam. Sekarang lebih fleksibel karena pembatasan cuma berlaku dari jam 08.00 pagi sampe 00.00. Jadi bukan full seharian penuh.
Meski begitu, rencana uji coba ini sempet bikin para pedagang was-was. Banyak PKL yang merasa keberatan karena takut jumlah pengunjung bakal turun drastis. Mereka khawatir wisatawan jadi males masuk Malioboro kalau akses kendaraan dibatesin. Slamet, salah satu pedagang, terang-terangan bilang kalau PKL sebenernya kurang setuju. Menurutnya, saat uji coba sebelumnya, dampaknya lumayan kerasa.
Ia cerita kalau uji coba pertama bikin kunjungan ke Teras Malioboro turun sekitar 30 persen. Gara-gara banyak jalan menuju Malioboro ditutup, wisatawan jadi bingung dan males mampir. Para pedagang pun ngerasa imbasnya langsung ke pendapatan mereka. Makanya mereka berharap uji coba kali ini gak separah yang dulu.
Di sisi lain, Pemkot punya tujuan jangka panjang: bikin Malioboro jadi ruang publik yang lebih nyaman, aman, dan tertata. Tapi proses transisinya memang butuh waktu dan kerja sama dari banyak pihak, termasuk pedagang dan warga. Karena itu, uji coba kali ini dibuat lebih moderat supaya tetap bisa ngukur dampaknya tanpa langsung ngegas terlalu ekstrim.
Intinya, uji coba full pedestrian ini masih nyari formula terbaik. Malioboro tetap kebuka buat pejalan kaki, tetap punya nuansa khas dengan andong dan Trans Jogja yang masih bisa lewat, dan mudah-mudahan ekonomi di sekitar sana tetap stabil. Tinggal lihat hasil akhirnya, apakah konsep baru ini bisa bikin Malioboro makin hidup atau justru perlu penyesuaian lagi.
Disadur dari kompas.com