Pemerintah Harap Kenaikan Tarif Retribusi Wisata di Kulon Progo Tak Membebani Masyarakat

Pada 2024 ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo berencana buat naikin tarif retribusi wisata. Rencana itu sampai detik ini masih terus digodog dengan dinas terkait.

Lajiyo Yok Mulyono selaku Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulon Progo, bilang kalau rencana itu kudu dipertimbangkan secara matang.

“Sebisa mungkin kenaikan tarifnya jangan memberatkan masyarakat,” ungkap Lajiyo pada Senin (08/01/2024).

Menurut blio, kondisi ekonomi masyarakat saat ini pasca pandemi covid-19 belum sepenuhnya pulih. Karena itulah, kenaikan tarif retribusi wisata ini harus memperhatikan kondisi itu.

Meski begitu, Lajiyo sebenarnya juga melihat kalau rencana kenaikan tarif ini juga tidak ada masalah. Soalnya dibalik kenaikan tarif ini ada manfaat positif yang bisa diambil.

“Salah satunya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” katanya.

Lajiyo juga bilang, peningkatan PAD tersebut nantinya harus sebanding dengan fasilitas yang tersedia di destinasi wisata. Termasuk mengoptimalkan pelayanan ke wisatawan.

Peningkatan PAD ini pun diharapkan nantinya bisa ngasih dampak langsung ke masyarakat. Soalnya pada akhirnya PAD tersebut digunakan untuk berbagai macam program pembangunan.

“Jadi kesejahteraan masyarakat perlu jadi prioritas,” terang Lajiyo.

Sejalan, Joko Mursito selaku Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo juga bilang kalau kenaikan tarif diperlukan agar tak ada kesenjangan dengan tarif di daerah lain. Soalnya di Bantul misalnya, tarif retribusi wisata kini berada di kisaran Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu per orang.

Sedangkan tarif retribusi wisata di Kulon Progo yang saat ini diterapkan masih sebesar Rp 6 ribu per orang. Rencananya tarif itu bakal diubah menjadi Rp 10 ribu per orang.

“Itu informasi yang kami terima, rencananya tarif baru akan diberlakukan pada 2024 ini,” ungkap Joko

Disadur dari jogja.tribunnews.com

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan