Kasus kemunculan api misterius di rumah Agus Yani, warga Padukuhan Kasulan, Seyegan, Sleman, masih menjadi perhatian banyak pihak. Dalam waktu sekitar sepekan, api dilaporkan muncul puluhan kali secara acak dan membakar berbagai barang di dalam maupun sekitar rumah.
Untuk membantu mengungkap penyebabnya, tim dari Fakultas Teknik UGM turun langsung ke lokasi melakukan observasi awal. Sebelumnya, penyelidikan juga sudah dilakukan oleh Tim Gegana Polda DIY, Dinas ESDM DIY, dan sejumlah pihak terkait lainnya.
Libatkan Ahli dari Berbagai Bidang
Observasi yang dilakukan UGM tidak hanya melibatkan satu bidang ilmu. Tim yang diterjunkan terdiri dari para ahli teknik mesin, teknik industri, geologi, teknik sipil, teknik fisika, hingga bidang nuklir.
Menurut Koordinator Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi Fakultas Teknik UGM, Prof. Alva Edy Tontowi, kunjungan tersebut masih tahap awal sehingga belum ada kesimpulan resmi terkait penyebab fenomena tersebut.
Tujuan utama tim saat ini adalah mengumpulkan data dan melihat langsung kondisi di lapangan sebelum melakukan penelitian lebih lanjut.
Dugaan Awal Mengarah ke Gas Mudah Terbakar
Meski belum mengambil kesimpulan, tim menemukan indikasi awal bahwa fenomena tersebut kemungkinan berkaitan dengan keberadaan gas yang mudah terbakar.
Namun, hingga saat ini sumber maupun jenis gasnya masih belum diketahui secara pasti. Karena itu, tim belum bisa memastikan apakah gas tersebut berasal dari septic tank, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), atau sumber lain di sekitar rumah.
Menurut tim peneliti, semua kemungkinan masih terbuka dan perlu dibuktikan melalui penelitian yang lebih mendalam.
Banyak Faktor yang Masih Diteliti
Di sekitar rumah Agus Yani terdapat beberapa faktor yang dianggap berpotensi menjadi sumber masalah. Selain septic tank dan IPAL yang sudah berusia cukup lama, kondisi bangunan yang relatif tertutup dengan ventilasi terbatas juga menjadi perhatian tim peneliti.
Faktor-faktor tersebut akan diteliti lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada hubungan dengan kemunculan api yang terjadi berulang kali.
Sampel Akan Diuji di Laboratorium
Setelah observasi awal, tim UGM berencana kembali ke lokasi untuk mengambil berbagai sampel yang diperlukan. Sampel tersebut nantinya akan dibawa ke laboratorium dan dianalisis sesuai bidang keahlian masing-masing peneliti.
Prof. Alva menegaskan bahwa hasil yang akan diumumkan ke publik nantinya merupakan hasil analisis ilmiah, bukan sekadar dugaan atau spekulasi.
Keluarga Diminta Tetap Waspada
Sambil menunggu hasil penelitian, tim UGM memberikan sejumlah rekomendasi kepada keluarga korban. Salah satunya dengan memindahkan barang-barang yang mudah terbakar ke lokasi yang lebih aman untuk mengurangi risiko jika api kembali muncul.
Sejauh ini, keluarga Agus Yani disebut cukup kooperatif dan telah mengikuti berbagai saran dari pihak berwenang. Warga pun berharap penelitian ini bisa segera mengungkap penyebab pasti fenomena api misterius yang telah meresahkan banyak orang tersebut.
Disadur dari radarjogja.jawapos.com