SD Negeri Banteran 1 bersama Desa Tangguh Bencana (Destana) Donoharjo menggelar simulasi mitigasi bencana sebagai bagian dari kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (23/7/2026) ini diikuti dengan antusias oleh siswa, guru, dan seluruh staf sekolah.
Lewat simulasi ini, para siswa diajak mengenal cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana agar lebih siap jika sewaktu-waktu menghadapi situasi darurat.
Praktik Evakuasi Langsung
Dalam simulasi, siswa belajar berbagai langkah penting saat terjadi bencana. Mulai dari melindungi kepala, berlindung di bawah meja yang kokoh ketika berada di dalam kelas, hingga menjauhi kaca atau benda yang berpotensi roboh.
Setelah kondisi dinyatakan aman, seluruh peserta diarahkan menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang sudah ditentukan. Mereka juga diingatkan untuk tetap tertib, tidak berlari, tidak saling dorong, dan tidak kembali mengambil barang yang tertinggal demi mengutamakan keselamatan.
Tetap Tenang Jadi Kunci
Kepala SD Negeri Banteran 1, Sudaryanto, mengatakan kepanikan justru bisa memperburuk keadaan saat bencana terjadi. Karena itu, siswa perlu dibiasakan tetap tenang dan memahami langkah-langkah evakuasi yang benar.
Menurutnya, ancaman saat kondisi darurat bukan hanya berasal dari bencananya, tetapi juga dari cara seseorang merespons situasi tersebut.
Guru Juga Dibekali Pertolongan Pertama
Ketua Destana Donoharjo, Agus Hardiyo Pancoro, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab siswa, tetapi seluruh warga sekolah.
Selain melatih siswa menyelamatkan diri, para guru juga mendapatkan pembekalan mengenai pertolongan pertama, termasuk penanganan cedera dan patah tulang sebelum tenaga medis datang.
Ditutup dengan Trauma Healing
Setelah simulasi selesai, kegiatan ditutup dengan sesi trauma healing bersama Kak Unggul. Lewat berbagai aktivitas yang interaktif dan menyenangkan, siswa diajak kembali rileks dan mengelola rasa cemas setelah mengikuti simulasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga SD Negeri Banteran 1 semakin siap menghadapi potensi bencana, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun kesiapan mental sehingga dapat bertindak cepat, tepat, dan tetap tenang saat keadaan darurat terjadi.
Disadur dari mediacenter.slemankab.go.id