Kabar baik datang dari Padukuhan Gemawang, Kalurahan Sinduadi, Mlati, Sleman. Sekitar 100 kepala keluarga kini sudah bisa menikmati air siap minum yang berasal dari pemanenan air hujan dan mata air. Kehadiran fasilitas ini membuat warga nggak lagi bergantung sepenuhnya pada sumur bor, terutama saat musim kemarau.
Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Hutama Karya lewat program HK Water, Sanitation and Hygiene Infrastructure (HK WASH INFRA).
Air Hujan Diolah Jadi Air Siap Minum
Program ini digarap bersama Yayasan Kinarya Anak Bangsa dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Sistemnya menggabungkan air hujan yang ditampung lewat teknologi Gama Rain Filter dengan mata air dari Kali Code.
Nilai bantuan yang diberikan mencapai sekitar Rp227 juta. Dana tersebut digunakan untuk membangun instalasi pemanen air hujan, filter penjernih mata air, sumur bor sebagai penyaring awal, menara air, hingga jaringan pipa yang mengalirkan air ke rumah-rumah warga di RT 04 dan RT 05.
Supaya aman diminum langsung, air juga melewati proses penyaringan menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO).
Kurangi Ketergantungan Sumur Bor
Menurut Hutama Karya, program ini dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan air masyarakat. Dengan memanfaatkan air hujan dan mata air yang diolah menggunakan teknologi modern, warga bisa mendapatkan air bersih yang lebih higienis, merata, dan hemat biaya.
Selain itu, penggunaan sumur bor yang selama ini menjadi sumber utama air juga bisa dikurangi, sehingga cadangan air tanah lebih terjaga.
Bantu Jaga Kesehatan Warga
Nggak cuma mempermudah akses air bersih, sistem ini juga diharapkan bisa meningkatkan kesehatan masyarakat. Air yang sudah melalui proses penyaringan berpotensi menekan risiko penyakit akibat bakteri, termasuk Escherichia coli, yang cukup rentan muncul di kawasan padat penduduk.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, juga mengapresiasi program ini dan mengajak warga untuk bersama-sama menjaga serta merawat fasilitas agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Bakal Diterapkan di Daerah Lain
Hutama Karya memastikan program HK WASH INFRA nggak berhenti di Sleman. Ke depan, program serupa akan dikembangkan di wilayah sekitar proyek Jalan Tol Trans-Sumatra, dengan lokasi berikutnya direncanakan di kawasan pembangunan Tol Palembang–Betung.
Lewat inovasi ini, pemanfaatan air hujan nggak lagi sekadar jadi alternatif, tetapi bisa menjadi solusi nyata untuk menyediakan air bersih dan air siap minum bagi masyarakat secara berkelanjutan.
Disadur dari kompas.com