3 Kota Ini Tetap Konsisten Berkembang di Tengah Lesunya Harga Rumah Second Nasional

Flash Report Rumah123 edisi April 2025 nunjukin kalau harga rumah second di 13 kota besar Indonesia agak melambat sepanjang kuartal I 2025 (Januari–Maret).

Kata Marisa Jaya, Head of Research Rumah123, pertumbuhan harga rumah second nasional cuma di kisaran 0,9%–1,6%. Bandingin aja sama tahun lalu di periode yang sama, masih bisa nyampe 0,7%–2,7%. Jadi emang kelihatan banget melambat.

Walau gitu, Maret 2025 kemarin ada sedikit kenaikan dibanding Februari. Ini bisa jadi sinyal bagus buat harga rumah ke depannya, apalagi pas momen Ramadan sama Lebaran di akhir kuartal I.

Kalau ngintip data sebelumnya, pas Ramadan biasanya permintaan rumah emang turun, tapi abis itu langsung melonjak. Di 2023, turun 16% pas Ramadan, lalu naik 37,3% abis Lebaran. Tahun 2024 polanya mirip, turun 3,6% lalu naik 17,7%.

Kota yang Tetap Konsisten

Di tengah lesunya pasar, ada tiga kota yang tetap konsisten naik: Jogja, Denpasar, sama Semarang.

  • Jogja: harga naik 8,9%–9,8%
  • Denpasar: 8,2%–9,3%
  • Semarang: stabil di 3%–3,1%

Tiga kota ini bukan cuma konsisten naik, tapi juga pertumbuhan harganya lebih ngebut dari inflasi nasional.

Kalau data per Maret 2025, urutannya gini:

  • Jogja 8,9%
  • Denpasar 6,8%
  • Semarang 2,4%
  • Medan 2%
  • Tangerang 1,3%
  • Depok 0,9%

Menurut Marisa, angka-angka ini nunjukin kalau pasar rumah second di kota-kota tadi masih hidup banget. Cocok lah buat yang mau investasi atau nambah aset.

Kenapa Bisa Tetap Naik?

Ada beberapa alasan kenapa harga rumah second di Jogja, Denpasar, dan Semarang tetap naik.

Di Jogja, salah satunya gara-gara banyak pembangunan infrastruktur kayak tol Solo–Jogja–NYIA sama tol Jogja–Bawen. Dari pertengahan 2024 udah kelihatan harga-harga mulai merangkak naik. Apalagi tol Solo–Klaten udah diresmiin September 2024, makin nambah peluang pengembangan wilayah.

Kalau Denpasar beda dikit. Tahun 2023 sampe pertengahan 2024, sektor wisatanya gila-gilaan naik, pengunjung nambah 48,4% di 2023 dibanding 2022, dan masih naik lagi 8,4% di 2024. Ini ikut ngedorong harga rumah. Tapi sekarang laju pertumbuhannya mulai stabil.

Semarang? Paling stabil di antara semua. Sejak awal 2024, pertumbuhan harga di Semarang konsisten di 2%–5% tiap bulan. Kuartal I 2025 pun masih stabil di 3%–3,1%. Makanya, Semarang dilirik karena pasarnya adem ayem tapi tetep kuat.

Disadur dari rumah123.com

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan