Ide pembukaan rute Jogja-Wonosari Trans Jogja mulai dapet lampu hijau dari DPRD DIY. Ide ini dianggap pas banget buat bantu mobilitas warga, ngurangin kemacetan, dan dorong pemerataan pembangunan, khususnya di sisi selatan Jogja.
Amir Syarifudin, Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY, bilang kalau rencana ini kudu didukung bareng-bareng. Tapi dia juga ngingetin supaya jangan cuma fokus di jalan utama Jogja–Wonosari. Menurutnya, jalur-jalur alternatif juga perlu dapet perhatian biar akses makin merata dan pembangunan gak numpuk di satu tempat.
Salah satu jalur yang disorot Amir adalah Mutihan–Srimartani. Jalur ini sebenernya udah pernah disentuh program TMMD, tapi belum dimaksimalkan penggunaannya. Padahal, kalau dibenerin, jalur ini bisa bantu ngurangin beban jalan utama dan buka akses ke daerah-daerah yang selama ini agak terisolasi.
Gak cuma itu, Amir juga angkat isu soal jalan Cino Mati yang masih bermasalah karena status tanahnya. Meskipun urusan tanah inclave itu ribet, Amir minta pemda jangan diam aja. Harus ada komunikasi yang kuat antara pemerintah, warga pemilik lahan, dan instansi terkait supaya ada titik terang.
Di sisi lain, Amir juga nekenin pentingnya ngebenerin infrastruktur pendukung, terutama di jalur Playen–Mangunan. Soalnya daerah ini punya potensi gede, baik sebagai penghubung antar-kecamatan maupun penunjang kawasan wisata.
Dia bilang, hal-hal kayak pengaspalan jalan berbatu, penambahan lampu jalan biar aman pas malam, sampai urusan drainase dan bahu jalan yang sering dilupain itu penting banget buat diprioritaskan.
Menurut Amir, pembangunan transportasi publik kayak Trans Jogja gak boleh setengah-setengah. Jangan sampe bus gak bisa lewat gara-gara jalannya rusak atau gelap gulita. Semua infrastruktur harus siap duluan biar manfaatnya maksimal.
Komisi C sendiri bakal terus dorong percepatan realisasi rute ini lewat forum-forum pembahasan anggaran. Amir juga ngajak semua pihak dari provinsi, kabupaten, sampai stakeholder lainnya buat kerja bareng.
“Ini bukan hanya soal membuka rute bus. Ini tentang membuka akses, membuka peluang ekonomi, pendidikan, dan pelayanan dasar bagi masyarakat. Gunungkidul tidak boleh lagi menjadi wilayah yang terpinggirkan secara infrastruktur,” ujar Amir.
Dengan dukungan penuh dari dewan dan kerja sama yang solid, harapannya transportasi di selatan Jogja bisa makin maju dan masyarakatnya makin sejahtera.
Disadur dari dprd-diy.go.id