Ki Aldi Gedrug, Dalang Muda yang Tetap Setia Lestarikan Tradisi Wayang di Jaman Modern

Di tengah gempuran budaya modern, Kapanewon Seyegan punya sosok anak muda yang konsisten menjaga tradisi wayang kulit. Dia adalah Aldi Rizqi Abdiel Muhammad, yang lebih dikenal dengan nama Ki Aldi Gedrug. Usianya baru 25 tahun, tapi kiprahnya di dunia pedalangan sudah terbilang matang. Ki Aldi jadi bukti kalau generasi muda tetap bisa mencintai budaya lokal tanpa harus meninggalkan dunia pendidikan dan zaman kekinian.

Cinta Wayang Sejak Bangku SD

Ketertarikan Ki Aldi pada wayang sudah muncul sejak masih sekolah dasar. Awalnya cuma suka ngoleksi boneka wayang, tapi lama-lama rasa penasaran itu berubah jadi keinginan buat benar-benar memainkan wayang di panggung. Langkah profesionalnya dimulai saat usia 14 tahun, ketika ia dipercaya jadi dalang pembuka di acara reuni alumni SMP Negeri 1 Mlati. Membawakan lakon Aji Narontoko selama setengah jam, penampilannya langsung mencuri perhatian.

Belajar Serius Sampai Bangku Doktor

Bukan cuma modal bakat, Ki Aldi juga serius menekuni pedalangan lewat jalur pendidikan. Ia menempuh sekolah seni di SMKI Bugisan, lalu melanjutkan kuliah S1 dan S2 seni karawitan di Universitas Negeri Yogyakarta. Saat ini, ia bahkan sedang menempuh program doktoral di bidang Bahasa, Sastra, dan Budaya. Di luar kampus, Ki Aldi juga berguru langsung ke dalang-dalang senior untuk mendalami pakem dan karakter wayang.

Gelisah Soal Regenerasi Seniman

Menurut Ki Aldi, banyak anak muda sebenarnya suka wayang, tapi kebanyakan cuma berhenti sebagai penikmat. Minimnya ruang berkarya bikin regenerasi seniman jalan di tempat. Dari kegelisahan itu, ia mendirikan Sanggar Laras Ayodya di rumahnya di Padukuhan Jamblangan. Sanggar ini jadi ruang belajar seni, khususnya karawitan, yang mulai rutin diikuti anak-anak sekolah dasar sekitar.

Wayang Dibikin Singkat tapi Tetap Ngena

Dalam pementasan, Ki Aldi memilih konsep pakeliran padat. Durasi dipersingkat, tapi isi cerita dan pakem tetap dijaga. Cara ini dianggap lebih ramah buat penonton masa kini yang waktunya terbatas, tapi tetap pengin menikmati wayang.

Menjaga Tradisi Biar Tetap Hidup

Kini, Ki Aldi Gedrug sudah sering pentas di berbagai daerah, dari Yogyakarta sampai Semarang. Ia berharap dukungan berbagai pihak bisa menciptakan ekosistem seni yang sehat. Lewat jalur inilah, Ki Aldi ingin wayang tetap hidup, bukan cuma jadi cerita masa lalu, tapi identitas budaya yang terus berlanjut ke generasi berikutnya.

Disadur dari mediacenter.slemankab.go.id

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan