Bantul Buka Peluang Buat Berinvestasi di Area JJLS Kelok 23

Pemkab Bantul lagi serius membuka peluang investasi di kawasan selatan, khususnya di sekitar Jalur Jalan Lintas Selatan atau JJLS, tepatnya di area Kelok 23. Wilayah ini dinilai punya potensi besar buat dikembangkan dan bisa jadi penggerak baru ekonomi Bantul bagian selatan.

Sekretaris Daerah Pemkab Bantul, Agus Budiraharja, menjelaskan kalau sekarang urusan investasi dan perizinan sudah makin simpel karena semuanya terintegrasi lewat sistem Online Single Submission atau OSS yang dikelola pemerintah pusat. Jadi, investor nggak perlu ribet urus izin ke banyak pintu.

Menurut Agus, setelah investor dapat Nomor Induk Berusaha atau NIB dari OSS, biasanya mereka lanjut lapor ke pemerintah daerah. Di tahap ini, investor sekaligus melengkapi perizinan lanjutan yang jadi kewenangan daerah. Proses ini penting supaya kegiatan usaha bisa jalan sesuai aturan.

Meski pintu investasi sudah dibuka lebar, Agus mengakui sampai sekarang Pemkab Bantul belum menerima laporan resmi soal investor baru yang benar-benar masuk dan beraktivitas di kawasan JJLS. Tapi, meningkatnya minat terhadap wilayah ini dianggap sebagai sinyal positif buat iklim investasi di Bantul.

Pemkab Bantul sendiri punya target pemerataan ekonomi. Jadi, pertumbuhan nggak cuma numpuk di pusat kota, tapi juga merambah ke wilayah selatan. Kehadiran JJLS dinilai jadi magnet baru yang bisa menarik pelaku usaha buat menanamkan modal di kawasan tersebut.

Kalau nanti ada investor yang mulai jalan, Pemkab Bantul bakal melakukan pengecekan. Mulai dari meminta laporan kegiatan, mengecek kelengkapan izin, sampai memastikan semua sesuai aturan. Kalau ada izin yang belum lengkap, tentu wajib disesuaikan sebelum usaha berjalan penuh.

Walaupun terbuka banget sama investasi, Agus menegaskan kalau semua tetap harus patuh pada aturan tata ruang dan konsep pembangunan daerah. Investasi nggak boleh asal masuk tanpa memperhatikan rencana wilayah yang sudah ditetapkan.

Selain soal aturan, Pemkab Bantul juga menekankan pentingnya dampak ke masyarakat lokal. Agus berharap setiap investasi yang masuk, apalagi di sektor industri atau usaha padat karya, bisa memprioritaskan tenaga kerja dari Bantul. Dengan begitu, investasi yang datang bukan cuma menguntungkan investor, tapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar.

Disadur dari harianjogja.com

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan