Kabar keren buat pecinta sejarah. Pemkab Gunungkidul lewat Kundha Kabudayan nargetin bakal ada 21 objek baru yang ditetapin jadi cagar budaya sepanjang 2026. Ini jadi langkah serius buat jaga dan ngelindungin warisan budaya yang tersebar di berbagai sudut Gunungkidul.
Penyiap Naskah Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Ari Kristian, bilang kalau pengusulan cagar budaya itu agenda rutin tiap tahun. Tahun ini yang diajuin macem-macem, nggak cuma satu jenis. Ada benda, struktur bangunan, sampai kawasan.
Dari Goa Jepang Sampai Arca Sholat
Beberapa peninggalan sejarah yang masuk daftar usulan di antaranya dua lokasi Goa Jepang di Kalurahan Girijati dan Giricahyo, Kapanewon Purwosari. Ada juga Batu Candi di Situs Manikmoyo, Mertelu, Gedangsari, plus blok batu Candi Wana Candi di Gading, Playen.
Nggak cuma itu, ada Petilasan Gunung Gambar di Kampung, Ngawen, Wayang Menak, Peta Belanda Enclave, sampai Gereja Kristen di Watusigar, Ngawen. Dari wilayah selatan, ada Song Banyu dan Goa Kerok di Songbanyu, Girisubo.
Daftarnya masih lanjut. Ada Goa Gedangan di Karangawen dan Goa Karanggede di Jerukwudel, Girisubo, Papang Sangatan Sosrosuraji di Tepus, Prasasti GKJ Wonosari, Struktur Batu Candi Ganang di Ngawis, Karangmojo, Yoni di Bendung, Semin, sampai Batu Pipih di Ponjong.
Belum kelar juga. Menhir dan Peripih Klayar di Nglipar ikut diusulin, plus tiga Arca Sholat di Gading, Playen.
Menurut Ari, semua objek itu punya nilai penting dari sisi sejarah dan budaya, jadi layak banget buat ditetapin sebagai cagar budaya Gunungkidul.
Nggak Asal Tetap, Ada Prosesnya
Walau daftarnya banyak, prosesnya nggak sembarangan. Setiap objek harus lewat identifikasi dan kajian lapangan dulu sama tim penyaji. Hasilnya nanti dibahas di sidang TACB buat nentuin layak atau nggak.
Penetapan ini juga ngikutin aturan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Jadi bukan cuma formalitas, tapi beneran jadi dasar buat perlindungan, perawatan, dan pelestarian.
Sego Berkat Juga Mau Diusulin Jadi Warisan Budaya
Selain cagar budaya benda dan situs, Dinas Kebudayaan Gunungkidul juga lagi gaspol ngusulin warisan budaya tak benda. Salah satunya tradisi kuliner Sego Berkat yang rencananya diajuin ke pemerintah pusat.
Analis Warisan Budaya, Hadi Risma, bilang dokumen kajian akademisnya udah siap. Tinggal diusulin aja. Harapannya, Sego Berkat bisa resmi ditetapin jadi Warisan Budaya Tak Benda dan makin dikenal sebagai bagian dari tradisi kuliner Nusantara.
Disadur dari harianjogja.com