Tahun ini, Kantor Pertanahan Gunungkidul lagi ngebut ngurusin sertifikasi tanah lewat program PTSL alias Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. Totalnya ada 3.500 bidang tanah yang jadi target. Sampai akhir Juni, udah ada 2.817 bidang yang lagi diproses buat jadi sertifikat.
Ketua Tim PTSL Gunungkidul, Isdi Hartono, bilang kalau program ini emang buat percepatan sertifikasi tanah dari pemerintah pusat. Tahun ini, alokasi buat Gunungkidul ada 3.500 bidang yang tersebar di beberapa kalurahan. Rinciannya:
- 2.100 bidang di Kalurahan Giripurwo, Purwosari
- 563 bidang di Kalurahan Kampung, Ngawen
- 437 bidang di Nglanggeran, Patuk
- 200 bidang di Girijati, Purwosari
- 200 bidang di Kanigoro, Saptosari
Sampai tanggal 26 Juni 2025, udah ada 2.187 berkas yang masuk ke kantor pertanahan, sisanya masih berproses di tingkat kalurahan.
Biaya ngurus PTSL ini udah diatur lewat Perbup No.47/2017. Biayanya maksimal Rp150.000 per bidang. Uang ini dipake buat biaya persiapan di desa, kayak pengadaan patok, beli materai, operasional petugas, dan ngumpulin dokumen. Ada juga aturan pendukung lain dari Perbup No.19/2023 yang ngatur soal standar harga dan biaya umum tahun anggaran 2024.
Jadi semua biaya udah dimasukin ke APBKal (Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan). Kalau ada yang aneh-aneh dalam pelaksanaannya, Inspektorat Daerah bisa langsung turun buat ngawasin.
Lurah Kampung, Suparna, ngaku program ini ngebantu banget warganya. Soalnya, sekarang mayoritas tanah di wilayahnya udah punya sertifikat resmi, jadi kepemilikannya jelas di mata hukum.
“Tahun ini ada 563 tanah yang masuk dalam program PTSL. Alhamdulillah proses sudah dan berkasnya telah diserahkan ke kantor Pertanahan Gunungkidul untuk diproses sertifikat,” ujarnya.
Dia juga pastiin semua biaya sesuai aturan, Rp150.000 per bidang, nggak ada pungutan liar. Duit itu udah cukup buat biaya pengukuran, beli materai, dan keperluan lainnya.
“Tidak ada biaya tambahan lain karena memang PTSL dilaksanakan untuk membantu Masyarakat dalam mendapatkan hak pengakuan tanah yang dimiliki,” katanya.
Disadur dari harianjogja.com