Wirobrajan tuh salah satu dari 14 kemantren yang ada di Kota Jogja. Namanya diambil dari prajurit keraton yang tinggal di situ, namanya Prajurit Wirabraja. Mereka dikenal banget gara-gara topi khasnya yang bentuknya kayak cabe merah, alias “lombok abang”. Unik banget kan?
Secara luas, Wirobrajan emang gak begitu gede, cuma sekitar 1,76 km². Tapi jangan salah, di area sekecil itu, ada 34 RW dan 165 RT yang dihuni hampir 28 ribu warga. Cowoknya sekitar 13.642 orang, dan ceweknya 14.348 orang. Jadi bisa dibilang ini kawasan padat dan hidup banget.
Kemantren ini terbagi jadi 3 kelurahan, yaitu:
- Kelurahan Pakuncen
Luas wilayahnya 0,65 km².
Jumlah penduduknya 10.933 orang (5357 cowok & 5576 cewek).
Ada 12 RW dan 56 RT di sini.
Kode posnya 55253. - Kelurahan Wirobrajan
Luas wilayah 0,67 km².
Penduduknya 9334 orang (4532 cowok & 4802 cewek).
Ada 12 RW dan 58 RT.
Kode posnya 55252. - Kelurahan Patangpuluhan
Luas wilayah paling kecil, cuma 0,44 km².
Penduduknya 7723 orang (3753 cowok & 3970 cewek).
Terdiri dari 10 RW dan 51 RT.
Kode pos 55251.
Kalau ngomongin batas wilayahnya, Wirobrajan ini posisinya cukup strategis. Sebelah utara berbatasan sama Kemantren Tegalrejo, timur nyambung ke Gedongtengen, Ngampilan, dan Mantrijeron, selatan berbatasan langsung sama Kemantren Kasihan (Kabupaten Bantul), dan sebelah barat juga nyenggol Tegalrejo dan Kasihan lagi.
Meski terbilang mungil, Wirobrajan tuh punya nilai sejarah dan budaya yang kuat. Ditambah letaknya yang deket banget sama pusat kota, bikin wilayah ini makin rame dan potensial buat segala macam kegiatan warga. Jadi jangan anggap remeh, Wirobrajan tuh kecil-kecil cabe rawit.
Disadur dari wirobrajankec.jogjakota.go.id