Tahun 2026, anggaran pemeliharaan jalan provinsi di DIY terbatas. Totalnya cuma sekitar Rp30 miliar. Karena bujetnya tidak unlimited alias terbatas, Pemda DIY bareng DPRD DIY mau gak mau harus pasang strategi prioritas. Jadi nggak semua jalan bisa dibenerin total, cuma yang dianggap paling riskan buat keselamatan dan aktivitas warga.
Salah satu yang masuk radar utama adalah Jalan Panggang–Wonosari di Gunungkidul. Ruas ini dinilai cukup krusial karena jadi jalur penghubung ke wilayah selatan, termasuk akses ke kawasan Pantai Selatan.
Kondisinya Dikeluhkan Warga
Beberapa ruas jalan di selatan DIY memang masih banyak masalah. Mulai dari aspal berlubang, lebar jalan yang sempit, sampai minim penerangan. Kalau dibiarkan lama, jelas bisa ganggu mobilitas warga dan aktivitas ekonomi, belum lagi risiko kecelakaan.
Jalan Panggang–Wonosari termasuk yang paling sering dikeluhkan. Warga ngerasa penanganannya belum maksimal, padahal perannya strategis banget.
Menindaklanjuti aduan itu, Komisi C DPRD DIY turun langsung ke Panggang pada 27 Januari 2026 bareng pemerintah kapanewon dan OPD terkait infrastruktur. Mereka ngecek kondisi lapangan buat lihat langsung seberapa parah situasinya.
Belum Bisa Ditingkatkan Total
Anggota Komisi C DPRD DIY, Timbul Suryanto, bilang dengan anggaran yang ada sekarang, peningkatan total jalan memang belum memungkinkan. Jadi fokusnya masih di pemeliharaan dulu, terutama di titik-titik yang paling parah.
Targetnya, peningkatan skala besar baru bisa didorong masuk anggaran 2027 atau 2028. Soalnya, Komisi C juga nggak cuma ngurus jalan, tapi juga sumber daya air. Jadi pembagian prioritas harus ekstra ketat.
Panggang Dianggap Punya Posisi Strategis
Menurut DPRD, Panggang itu punya posisi penting sebagai pintu masuk kawasan Pantai Selatan. Makanya, selain perbaikan jalan, pemerintah kapanewon juga didorong bikin masterplan wilayah. Bisa manfaatin Dana Keistimewaan dan buka peluang investasi biar pembangunan lebih berkelanjutan.
Fokus Tambal Titik Terparah
Dari sisi teknis, DPUP-ESDM DIY ngaku kalau tingkat kemantapan Jalan Panggang–Wonosari masih di bawah standar ideal. Beberapa segmen rusaknya cukup berat dan sudah lama nggak dapat penanganan besar.
Untuk sementara, prioritasnya adalah ngerawat dan nambal bagian yang paling rusak dulu supaya jalan tetap fungsional dan aman dipakai. Sambil nunggu anggaran yang lebih longgar di tahun berikutnya, solusi realistisnya memang itu dulu.
Disadur dari harianjogja.com