Freehold vs Leasehold: Jangan Sampai Keliru Soal SHM dan HGB, Bisa Berabe Nanti!

Lagi cari rumah atau apartemen? Pasti sering nemu istilah freehold dan leasehold. Kedengarannya ribet dan sering dikira sama, padahal beda banget. Kalau salah paham, bisa ngaruh ke masa depan properti yang kamu beli.

Freehold vs Leasehold, Bedanya Apa?

Gampangnya, freehold itu kepemilikan penuh tanpa batas waktu. Di Indonesia, ini setara sama SHM (Sertifikat Hak Milik). Jadi kalau kamu punya SHM, rumah dan tanah itu sepenuhnya milik kamu, tanpa perlu mikirin masa berlaku.

Sementara leasehold itu kepemilikan dengan batas waktu. Biasanya pakai HGB (Hak Guna Bangunan). Jadi kamu tetap punya hak atas properti, tapi cuma dalam jangka waktu tertentu.

Soal Waktu, Ini yang Paling Ngaruh

Perbedaan utama ada di durasi. SHM berlaku selamanya, sedangkan HGB ada masa aktifnya. Umumnya 30 tahun, bisa diperpanjang 20 tahun, lalu diperbarui lagi sampai 30 tahun berikutnya.

Walaupun ada batas waktu, bukan berarti HGB itu lemah. Selama masih aktif, status hukumnya tetap kuat. Kamu tetap aman sebagai pemilik.

Tapi yang perlu diingat, setiap perpanjangan biasanya butuh biaya tambahan. Jadi harus siap dari awal.

Leasehold Banyak Dipakai di Mana?

Skema HGB atau leasehold ini sebenarnya sudah umum di Indonesia. Biasanya dipakai di apartemen, kawasan komersial, atau area strategis perkotaan.

Contohnya di kawasan seperti Kemayoran atau Ancol. Di tempat-tempat seperti ini, sistem HGB dipilih karena lebih fleksibel buat pengelolaan lahan.

Pilih SHM atau HGB?

Balik lagi ke kebutuhan kamu. Kalau pengin punya rumah untuk jangka panjang atau diwariskan ke keluarga, SHM jelas lebih aman dan simpel.

Tapi kalau tujuannya investasi jangka menengah atau pengin masuk ke lokasi premium dengan harga lebih terjangkau, HGB bisa jadi pilihan realistis.

Intinya, Jangan Asal Beli

Beli properti itu bukan cuma soal harga atau lokasi. Status kepemilikan itu hal penting yang sering diabaikan.

Dengan paham beda freehold dan leasehold, kamu bisa ambil keputusan yang lebih matang. Nggak cuma ikut tren, tapi benar-benar sesuai kebutuhan.

Jadi sebelum tanda tangan, pastikan dulu: kamu mau punya selamanya, atau cuma untuk jangka waktu tertentu.

Disadur dari kompas.com

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan