Gerakan Subuh Keliling Ngaglik Jaga Akidah atau yang dikenal dengan nama Suling Naga terus rutin digelar di Kabupaten Sleman. Kali ini, kegiatan berlangsung di Masjid Sholihin, Gandok Tambakan, Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik. Program ini nggak cuma mengajak warga salat Subuh berjamaah, tapi juga mempererat silaturahmi sekaligus menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat kegiatan umat.
Bukan Sekadar Salat Berjamaah
Suling Naga punya tujuan lebih luas daripada sekadar ibadah. Setelah salat Subuh, warga diajak berdiskusi, memperkuat kebersamaan, sekaligus memetakan kondisi masyarakat dan masjid yang masih membutuhkan perhatian.
Lewat kegiatan ini, diharapkan masjid bisa kembali menjadi pusat pembinaan umat, memperkuat persatuan, hingga mendorong kegiatan sosial seperti zakat, infak, dan sedekah untuk membantu warga yang membutuhkan.
Dimulai dari Ibadah yang Paling Menantang
Penggagas Suling Naga, Wawan Widiantoro, yang juga Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman dan mantan Panewu Ngaglik, mengatakan Subuh dipilih karena menjadi salah satu waktu salat yang paling menantang untuk dilakukan berjamaah.
Menurutnya, kalau masyarakat mampu membiasakan salat Subuh berjamaah, kedisiplinan, kepedulian, dan semangat gotong royong juga akan ikut tumbuh. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengetahui kondisi masjid dan jamaah agar pembinaan bisa dilakukan lebih tepat sasaran.
Tausiyah tentang Bekal Akhirat
Kegiatan juga diisi tausiyah dari Pengasuh Pondok Pesantren Inayatullah, Chamdani Yusuf Khumaidi. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak hanya mengejar kesuksesan dunia, tetapi juga mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.
Menurutnya, kalimat tauhid harus dibuktikan lewat amal saleh, ibadah, dan ketaatan kepada Allah. Ia juga mengutip nasihat ulama sufi Ibrahim bin Adham tentang pentingnya mengendalikan hawa nafsu, menjauhi iri hati, serta menjadikan hidup sebagai kesempatan untuk berbuat baik kepada sesama.
Bangun Masyarakat yang Lebih Peduli
Melalui Suling Naga yang rutin berpindah dari satu kampung ke kampung lain, tokoh agama dan pemerintah berharap semangat kebersamaan warga terus tumbuh. Harapannya, masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang mampu menjaga akidah, mempererat persaudaraan, dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Disadur dari mediacenter.slemankab.go.id