Belajar Jadi Lebih Seru dengan Papan Sasmita

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menghadirkan cara belajar yang lebih seru dan interaktif buat siswa disabilitas intelektual di SLB Bhakti Kencana 1, Sleman. Lewat program bertajuk Prabhaswara Kriya, tim UNY mengenalkan media pembelajaran bernama Papan Sasmita, yang memadukan sains, budaya lokal Yogyakarta, dan teknologi berbasis smart-sensoric system.

Program ini diikuti 15 siswa bersama guru pendamping. Tujuannya sederhana, yaitu bikin proses belajar jadi lebih mudah dipahami lewat pengalaman langsung, bukan cuma mendengarkan penjelasan di kelas.

Belajar Pakai Semua Indra

Ketua tim UNY, Lituhayu Sasikirana, menjelaskan kalau Papan Sasmita dirancang supaya siswa bisa belajar dengan melihat, mendengar, menyentuh, sekaligus mempraktikkan materi. Cara ini dinilai lebih cocok untuk siswa disabilitas intelektual karena mereka bisa memahami konsep lewat pengalaman nyata.

Selama empat kali pertemuan, materi yang diberikan juga dibuat bertahap. Pertemuan pertama membahas getaran, gelombang, dan bunyi lewat aktivitas sederhana seperti mengenali sumber suara dan merasakan getaran benda di sekitar. Guru dan mahasiswa mendampingi setiap siswa sesuai kemampuan masing-masing.

Sains Ketemu Budaya

Di pertemuan berikutnya, siswa diajak memainkan gamelan saron adaptif menggunakan Papan Sasmita. Selain belajar membedakan bunyi, mereka juga dikenalkan dengan budaya khas Yogyakarta. Karena papan ini bisa memberikan respons terhadap setiap aktivitas, proses belajar jadi terasa lebih interaktif dan menyenangkan.

Pertemuan ketiga fokus mengenalkan berbagai warna dengan menghubungkannya ke benda-benda yang sering ditemui di rumah maupun sekolah. Setelah itu, siswa diajak membuat batik jumputan. Mereka belajar mengikat kain, mencelupkannya ke pewarna, hingga melihat motif yang terbentuk setelah ikatan dibuka.

Bukan Cuma Tambah Ilmu

Lewat setiap aktivitas, siswa juga dilatih meningkatkan konsentrasi, koordinasi gerak, keberanian mencoba, dan kemampuan mengikuti tahapan pekerjaan. Semua kegiatan disesuaikan dengan karakter masing-masing siswa agar mereka tetap nyaman saat belajar.

Kolaborasi antara mahasiswa dan guru juga menjadi kunci keberhasilan program ini. Guru memahami kebutuhan siswa, sementara mahasiswa menghadirkan media pembelajaran yang inovatif.

UNY berharap Papan Sasmita bisa menjadi solusi pembelajaran yang lebih inklusif, kontekstual, dan mudah dipahami. Tak hanya menambah pengetahuan, media ini juga membantu membangun rasa percaya diri, kemandirian, semangat belajar, dan sikap pantang menyerah pada para siswa.

Disadur dari mediacenter.slemankab.go.id

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan