Di pinggir Kali Krasak, tepatnya di Padukuhan Jambeyan, Kalurahan Banyurejo, Tempel, Sleman, ada satu destinasi wisata kuliner yang vibes-nya beda dari pasar pada umumnya. Namanya Pasar Jadoel Lembah Si Cangkring. Pasar ini cuma buka tiap Sabtu dan Minggu pagi, tapi jangan kaget kalau suasananya selalu rame sama pengunjung dari berbagai daerah, mulai dari Jogja sampai Magelang.
Dikelola Warga, Konsepnya Sederhana tapi Ngena
Pasar Jadoel ini lahir dari inisiatif warga setempat dan dikelola bareng oleh Kelompok Wanita Tani dan Karang Taruna. Lokasinya ada di tanah kas desa yang dulunya kebun jati dan mahoni. Ide bikin pasar wisata ini muncul tahun 2017 dan langsung disambut positif oleh pemerintah desa. Awalnya, lapak-lapak yang ada masih sederhana banget, cuma pakai jongko dan atap seadanya. Tapi justru dari situ muncul suasana jadoel yang khas dan bikin betah.
Surga Jajanan Tradisional
Soal kuliner, Pasar Jadoel Lembah Si Cangkring bisa dibilang surganya makanan tradisional. Pengunjung bisa nemuin jenang, pecel, getuk, sampai aneka jajanan pasar yang sekarang udah mulai jarang ditemui. Buat minumannya, ada wedang jahe dan wedang uwuh yang pas banget dinikmati sambil duduk santai di bawah pepohonan.
Tempat Nongkrong Favorit Akhir Pekan
Nama Pasar Jadoel makin dikenal luas gara-gara promosi dari media sosial. Sekarang, pasar ini jadi tujuan favorit komunitas gowes, keluarga, sampai wisatawan yang pengin ngerasain suasana pedesaan. Duduk santai di pinggir kali, denger suara gemericik air, sambil jajan murah, jadi daya tarik utama.
Dengan penataan yang rapi, harga ramah kantong, lingkungan bersih, dan warga yang ramah, Pasar Jadoel Lembah Si Cangkring sukses jadi salah satu destinasi wisata kuliner andalan di Tempel, Sleman.
Disadur dari mediacenter.slemankab.go.id