Punya rumah itu bukan cuma soal beli atau bangun, tapi juga soal jaga kondisinya. Kuncinya cek dan rawat rutin, karena kerusakan kecil yang dicuekin bisa merembet dan bikin biaya perbaikan bengkak. Menurut pakar Asuransi Hippo, Courtney Klosterman, masalah air dan kelembapan sekecil apa pun bisa jadi parah kalau dibiarkan.
Atap dan Genteng
Atap itu tameng utama dari hujan dan panas. Genteng yang retak, geser, atau hilang bisa jadi pintu masuk air. Cek juga sambungan atap, area sekitar ventilasi, dan pipa yang tembus atap, karena di situ air gampang merembes. Idealnya dicek habis cuaca ekstrem atau pas ada tanda bocor, dan langsung benerin kalau rusak.
Talang dan Saluran Air
Kalau talang mampet daun atau kotoran, air bakal meluap dan bikin dinding serta area fondasi basah. Cek juga apakah talang bocor, geser, atau sambungannya rusak. Pastikan air dibuang menjauh dari fondasi dan bersihin secara berkala.
Pipa dan Saluran Air
Bocor pipa sering nggak kelihatan langsung. Tandanya bisa bercak air, bau lembap, jamur, sampai tekanan air menurun. Waspadai juga karat dan pemakaian air yang tiba-tiba naik tanpa sebab jelas. Klosterman nyaranin pasang sensor air di area rawan bocor, mulai dari bawah wastafel, kamar mandi, sambungan pipa, sampai sekitar pemanas air.
Plafon dan Dinding
Bagian ini sering jadi alarm pertama. Bercak kecokelatan, cat menggelembung, mengelupas, atau berjamur biasanya tanda rembesan. Tapi cari dulu penyebabnya, karena bercak di plafon bisa jadi gara-gara atap atau pipa di atasnya. Kalau cuma ditutup cat tanpa beresin sumbernya, masalahnya bakal balik lagi.
Instalasi Listrik
Kabel, stopkontak, dan panel yang bermasalah bisa bahaya banget. Waspadai MCB yang sering turun, stopkontak panas, lampu kedip-kedip, atau bau gosong. Kalau ada tanda itu, berhenti pakai dan panggil teknisi profesional, jangan dikerjain sendiri. Rumah tua sebaiknya diperiksa ahli, dan hindari nyolokin banyak alat berdaya besar di satu jalur.
Fondasi dan Struktur Bangunan
Bagian ini nopang seluruh rumah, jadi perubahan sekecil apa pun jangan disepelein. Perhatiin retakan baru, lantai yang berubah bentuk, atau pintu dan jendela yang tiba-tiba susah dibuka. Nggak semua retakan berarti parah, tapi kalau makin lebar, makin panjang, atau muncul lagi, panggil tenaga ahli.
Pintu, Jendela, dan Sambungannya
Pintu dan jendela juga ngelindungin rumah dari hujan dan udara luar. Cek celah di kusen, sealant yang mengelupas, atau karet penutup yang rusak, karena bisa jadi jalur masuk air. Solusinya simpel, tinggal ganti karet atau perbarui sealant. Pastiin juga masih lancar dibuka-tutup, terutama habis musim hujan.
Intinya
Rajin ngecek ketujuh bagian ini bikin masalah ketahuan lebih awal, jadi kamu bisa nanganin sebelum kerusakannya makin parah dan ongkos perbaikannya membengkak.
Disadur dari Kompas.com