Menjelang Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026, berbagai upaya mengurangi sampah plastik terus digencarkan. Salah satunya lewat pelatihan daur ulang plastik kresek yang digelar panitia FKY 2026 bersama TacTic Plastic Yogyakarta.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 3–4 Agustus 2026, di Bank Sampah Induk Surya Mulya, Gancahan, Kapanewon Godean, Sleman. Lebih dari 10 pegiat persampahan dari Godean, Moyudan, Minggir, dan Seyegan ikut ambil bagian.
Menariknya, mayoritas peserta sudah punya pengalaman di bidang seni dan keterampilan menjahit. Bekal tersebut diharapkan bisa membantu mereka mengembangkan limbah plastik menjadi produk kreatif yang punya nilai guna sekaligus nilai jual.
Belajar dari Plastik Kresek sampai Jadi Lembaran
Selama pelatihan, peserta nggak langsung diajak membuat kerajinan. Mereka lebih dulu belajar mengolah bahan bakunya dari awal. Prosesnya dimulai dengan memilah plastik, mencucinya sampai bersih, menjemur, menyortir berdasarkan warna, lalu melakukan pressing menggunakan setrika.
Plastik yang sudah diproses kemudian berubah menjadi lembaran yang bisa diolah menjadi berbagai macam produk. Instruktur TacTic Plastic, Mutia Bunga, mengatakan ketelitian sejak tahap awal sangat menentukan kualitas hasil akhirnya.
Menurutnya, plastik harus benar-benar bersih dan kering sebelum diproses. Penyortiran warna juga penting supaya lembaran plastik yang dihasilkan lebih menarik dan mudah dikreasikan.
Praktik Bikin Card Holder
Biar nggak cuma teori, peserta langsung mempraktikkan teknik yang dipelajari dengan membuat card holder. Mereka belajar menyusun kombinasi warna, membentuk bahan, sampai merakitnya menjadi produk yang bisa digunakan sehari-hari.
Dari kegiatan ini, peserta diharapkan nggak cuma membawa pulang keterampilan baru, tetapi juga punya bekal untuk mengembangkan produk berbasis limbah secara mandiri di daerah masing-masing.
Dari Bank Sampah ke Panggung FKY
Penanggung jawab kegiatan, Farid Fakhrudin, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk mencetak agen perubahan yang bisa mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
Hasil karya peserta nantinya nggak berhenti di ruang pelatihan. Produk tersebut akan ditampilkan sekaligus dipasarkan dalam gelaran FKY 2026 yang dijadwalkan berlangsung September mendatang di Lapangan Pemda Sleman.
Dengan begitu, plastik kresek yang biasanya dianggap nggak berguna bisa punya “kehidupan kedua” sekaligus menjadi produk kreatif yang punya nilai ekonomi.
Disadur dari infopublik.id