Pemerintah Kabupaten Bantul lagi-lagi ngebut buat ngurangin jumlah rumah tidak layak huni (RTLH). Tahun 2026, lewat Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), ada 110 rumah warga yang bakal direhab. Program ini dibiayai lewat dua jalur, yakni APBD reguler dan APBD kategori ekstrem, dengan target warga berpenghasilan rendah bisa punya hunian yang lebih aman dan nyaman.
110 Rumah Jadi Target Rehabilitasi
Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman DPUPKP Bantul, Erwin Prasmanta, bilang dari total 110 rumah itu, 73 unit dibiayai APBD reguler dengan total anggaran sekitar Rp1,74 miliar. Sementara 37 rumah lainnya masuk skema APBD ekstrem dengan dana Rp277,5 juta. Meski terus dikebut, Erwin mengakui pekerjaan rumah Bantul masih cukup besar karena saat ini masih ada sekitar 1.980 unit RTLH yang harus ditangani secara bertahap.
Fokus Perbaikan Bangunan Utama
Setiap rumah yang direhab bakal dapat bantuan maksimal Rp20 juta. Dana ini difokuskan buat ngebenerin bagian-bagian krusial rumah, mulai dari lantai, dinding, atap, sampai penguatan struktur bangunan supaya lebih aman dan sesuai standar, termasuk tahan gempa. Menurut Erwin, program ini memang dirancang buat bantu masyarakat berpenghasilan rendah supaya kualitas tempat tinggal mereka bisa naik kelas.
Masih Banyak Rumah Butuh Perhatian
Fakta di lapangan, masih banyak rumah warga Bantul yang kondisinya memprihatinkan. Ada yang masih beratap seng, lantainya tanah, bahkan belum punya sanitasi yang layak. Karena itu, kalau dana bantuan belum cukup buat nutup semua kebutuhan, penerima bantuan diharapkan ikut swadaya supaya hasil rehab bisa maksimal dan benar-benar layak huni.
Tak Cuma Rehab, Ada Opsi Bangun Baru
Selain program rehab, DPUPKP Bantul juga nyediain bantuan pembangunan rumah baru buat warga yang memenuhi syarat. Nilai bantuannya bisa sampai Rp35 juta per unit. Opsi ini jadi solusi buat rumah-rumah yang memang sudah terlalu rusak dan nggak memungkinkan lagi buat direhab.
Target Mulai Jalan Tahun Depan
Kepala DPUPKP Bantul, Jimmy Simbolon, menargetkan proses rehabilitasi RTLH yang dibiayai APBD 2026 mulai berjalan sekitar Maret sampai April. Pelaksanaannya dilakukan bertahap, mulai dari perencanaan, pembentukan kelompok penerima, sampai tahap pembangunan. Jimmy berharap, dalam lima tahun ke depan, persoalan RTLH di Bantul bisa dituntaskan pelan tapi pasti.
Disadur dari harianjogja.com