Pasar properti di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus menunjukkan tren positif. Menurut DPD Real Estat Indonesia (REI) DIY, kawasan Jogja bagian utara masih menjadi lokasi favorit masyarakat untuk membeli rumah, baik sebagai tempat tinggal maupun investasi.
Tingginya minat membuat harga rumah di wilayah ini ikut melambung. Akibatnya, sebagian pembeli mulai melirik kawasan lain yang harganya lebih terjangkau.
Sleman Jadi Incaran Utama
Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur, mengatakan kawasan Sleman, khususnya Kecamatan Depok dan Mlati, menjadi daerah yang paling banyak diminati pembeli rumah.
Alasannya karena kawasan ini sudah berkembang menjadi area urban dengan fasilitas yang lengkap. Mulai dari kampus, pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga pusat bisnis tersedia di wilayah ini. Akses yang mudah dan aktivitas ekonomi yang tinggi membuat nilai properti di Jogja utara terus meningkat.
Harga Naik, Pembeli Bergeser
Karena harga rumah di Jogja utara semakin tinggi, banyak calon pembeli kini mulai mencari alternatif di wilayah lain.
Beberapa kawasan yang mulai banyak dilirik berada di bagian barat, seperti Gamping, Godean, Sedayu, dan Seyegan. Sementara di bagian selatan, Pleret, Sewon, dan Banguntapan juga menjadi pilihan karena masih menawarkan harga yang lebih ramah di kantong dengan potensi perkembangan yang cukup baik.
Selisih Harga Cukup Jauh
Perbedaan harga rumah di setiap wilayah cukup terasa. Untuk rumah tipe 45 di Jogja utara, harganya bisa mencapai sekitar Rp900 juta bahkan lebih dari Rp1 miliar.
Sementara itu, rumah dengan tipe yang sama di wilayah barat umumnya berada di kisaran Rp500 juta hingga Rp700 juta. Di kawasan selatan, harganya berkisar antara Rp400 juta sampai Rp700 juta.
Menurut REI DIY, harga rumah di utara bisa 20–30 persen lebih mahal dibanding kawasan selatan atau barat karena fasilitas dan aksesibilitasnya lebih lengkap.
Cocok Buat Tinggal dan Investasi
Rumah tipe 45 hingga tipe 60 menjadi pilihan yang paling banyak dicari. Selain untuk ditempati, banyak pembeli juga menjadikannya sebagai investasi rumah kos karena kawasan Jogja, terutama bagian utara, setiap tahun menerima ribuan mahasiswa baru.
REI DIY juga optimistis pasar properti akan terus tumbuh. Setelah penjualan membaik pascapandemi, mereka berharap tren positif ini terus berlanjut seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan hunian dan investasi properti.
Disadur dari radarjogja.jawapos.com