Asbes sudah lama digunakan sebagai bahan atap karena tahan panas, tahan api, dan harganya relatif murah. Tapi material ini bisa berbahaya ketika retak, rusak, dipotong, atau dibongkar. Serat mikroskopisnya dapat beterbangan dan terhirup masuk ke paru-paru.
Yang bikin masalah, dampaknya nggak selalu langsung terasa. Penyakit akibat paparan asbes bisa baru muncul bertahun-tahun kemudian. Karena itu, asbes yang sudah rusak sebaiknya nggak disepelekan.
Lima Bahaya Asbes
1. Asbestosis
Serat asbes yang menumpuk di paru-paru bisa menyebabkan jaringan parut dan membuat paru-paru menjadi kaku. Akibatnya, penderitanya bisa mengalami sesak napas yang makin berat dan pada kondisi serius berisiko mengalami gagal napas.
2. Kanker Paru-Paru
Paparan asbes dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru. Risikonya bisa makin tinggi pada perokok. Gejalanya antara lain batuk berkepanjangan, nyeri dada, berat badan turun tanpa alasan jelas, hingga batuk berdarah.
3. Mesotelioma
Mesotelioma merupakan kanker langka yang menyerang selaput pelindung organ. Penyakit ini sangat berkaitan dengan paparan asbes dan bisa berkembang selama puluhan tahun sebelum gejalanya muncul.
4. Gangguan Pernapasan
Serat asbes dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu batuk kronis, dahak berlebih, dada terasa berat, serta sesak saat beraktivitas. Kondisi tersebut juga bisa memperburuk gangguan pernapasan yang sudah ada.
5. Gangguan Organ Lain
Dampak asbes nggak terbatas pada paru-paru. Paparan jangka panjang juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker laring dan ovarium.
Dari Mana Paparannya?
Paparan paling berisiko biasanya terjadi saat merenovasi atau membongkar bangunan lama yang menggunakan asbes. Pekerja konstruksi, pabrik, atau bidang yang sering memotong material asbes juga berpotensi terpapar.
Orang yang tinggal dekat lokasi produksi atau pembuangan limbah asbes juga bisa terkena debunya.
Cara Mengurangi Risiko
Kalau memungkinkan, pertimbangkan mengganti material asbes dengan alternatif yang lebih aman. Saat menangani asbes, gunakan alat pelindung dan jangan sembarangan memotong, mengikis, atau memecahkannya.
Debu sebaiknya dibersihkan menggunakan kain lembap agar serat nggak beterbangan. Limbah asbes juga harus dibuang dan ditangani dengan cara yang aman.
Jangan Abaikan Gejalanya
Kalau pernah terpapar asbes dan mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, mudah lelah, atau berat badan turun tanpa sebab, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Pemeriksaan seperti rontgen, CT scan, atau tes fungsi paru dapat dilakukan sesuai penilaian dokter.
Disadur dari alodokter.com