Kalau biasanya pasar cuma identik dengan belanja sayur dan bumbu dapur, Pasar Kebonagung di Kapanewon Minggir, Sleman, punya cerita yang lebih panjang. Berada di kawasan perbatasan Sleman, Kulon Progo, dan Jawa Tengah, pasar ini jadi salah satu simpul ekonomi sekaligus tempat berburu kuliner tradisional yang masih autentik.
Jadi Penghubung Ekonomi Antarwilayah
Lokasinya cukup strategis karena berada di jalur provinsi dan dekat dengan Sungai Progo, tepatnya di sekitar Jembatan Ngapak. Posisi ini membuat Pasar Kebonagung ramai didatangi warga dari berbagai wilayah.
Kepala UPTD Pelayanan Pasar Wilayah I Disperindag Sleman, Robertus Esthi Raharja Prasetya, mengatakan pasar ini menjadi alternatif belanja harian karena komoditasnya cukup lengkap dan buka setiap hari.
Denyut pasar pun tumbuh secara alami. Pemerintah lebih memilih mendukung aktivitas yang sudah berjalan, sembari menggelar kegiatan komunitas untuk menjaga suasana tetap ramai dan nyaman.
Punya Sejarah Panjang
Hubungan warga perbatasan dengan Pasar Kebonagung ternyata sudah berlangsung sejak lama. Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kebonagung, Wartiyah, bercerita bahwa dulu pedagang dari Kulon Progo harus menyeberangi Sungai Progo menggunakan perahu kayu atau getek untuk membawa hasil bumi ke pasar.
Sampai sekarang, pasar tetap ramai terutama saat pasaran Jawa seperti Pon dan Kliwon, serta akhir pekan. Banyak warga datang sekadar sarapan atau membeli kebutuhan dapur.
Surga Kuliner Tradisional
Dari sekitar 232 pedagang aktif, sedikitnya 50 di antaranya bergerak di bidang jajanan dan kuliner tradisional. Pilihannya bikin nostalgia.
Ada Bakmi Kuning Jawa yang mi-nya dibuat manual oleh warga lokal, Tempe Koro dan Sengek Benguk, Tape Telo yang dibungkus daun jati, hingga Ikan Presto Kali Progo dengan rasa gurih maupun bacem manis-pedas.
Bakmi Kuning Jawa bahkan menjadi salah satu magnet utama. Banyak pengunjung dari luar daerah sengaja datang untuk mencicipi mi tradisional yang dibuat dan diolah secara manual.
Bakal Disulap Jadi Destinasi Kuliner
Melihat potensinya, Disperindag Sleman berencana mengembangkan Pasar Kebonagung sebagai sentra kuliner sekaligus pusat oleh-oleh kawasan perbatasan.
Bangunan pasar yang punya nilai sejarah dan arsitektur klasik peninggalan kolonial akan tetap dipertahankan. Area parkir depan pasar juga tengah disiapkan agar bisa menjadi rest area bagi wisatawan yang menuju Kulon Progo atau Candi Borobudur.
Dengan perpaduan sejarah, kuliner jadul, dan lokasi strategis, Pasar Kebonagung punya modal kuat untuk menjadi destinasi baru. Harapannya, pasar makin ramai, kuliner lokal makin dikenal, dan pedagang ikut merasakan dampak ekonominya.