Punya rumah bukan cuma soal menemukan bangunan yang kelihatan cakep di foto. Hunian yang estetik belum tentu nyaman buat ditinggali. Sebelum jatuh hati, coba bayangkan dulu keseharian keluarga di dalamnya. Jangan sampai setelah akad dan pindahan, baru sadar desain rumahnya malah bikin ribet.
1. Mulai dari Layout
Pertama, tentukan ukuran dan layout yang benar-benar dibutuhkan. Pikirkan aktivitas harian, kebutuhan ruang, sampai kemungkinan perubahan kondisi keluarga beberapa tahun ke depan.
Dengan begitu, pencarian rumah jadi lebih fokus dan nggak gampang tergoda hunian besar yang sebenarnya belum tentu kepakai maksimal.
2. Hitung Kamar yang Dibutuhkan
Jumlah kamar tidur dan kamar mandi juga jangan dilewatkan. Hitung siapa saja yang akan tinggal sekarang, sekaligus bayangkan kebutuhan di masa depan.
Kalau punya anak, misalnya, pikirkan apakah nantinya mereka membutuhkan kamar sendiri. Begitu juga dengan kamar mandi atau ruang tambahan jika keluarga dan kerabat sering menginap.
3. Dapur Jangan Asal
Buat yang hobi masak, dapur jelas bukan ruang pelengkap. Ukuran, layout, tempat penyimpanan, hingga sirkulasi perlu disesuaikan dengan kebiasaan penghuni.
Dapur yang cuma butuh sedikit upgrade masih oke. Tapi kalau sejak awal sudah perlu renovasi total, biaya dan waktunya bisa ikut membengkak.
4. Cek Jendela
Jendela bukan cuma pemanis fasad. Penempatan yang tepat bisa membuat rumah lebih terang dan punya sirkulasi udara yang lebih enak.
Cari rumah dengan jendela yang memungkinkan cahaya alami masuk secara optimal. Kalau bonusnya dapat pemandangan yang asyik, tentu makin menyenangkan.
5. Jangan Lupa Fasad dan Pekarangan
Bagian depan rumah adalah wajah hunian. Selain melihat desain fasad, cek juga teras dan pekarangannya. Halaman luas memang terlihat menarik, tetapi jangan lupa, semakin luas area luar, biasanya semakin banyak pula yang harus dirawat.
Pada akhirnya, rumah yang homey bukan sekadar yang bagus di foto. Yang paling penting, desainnya nyambung dengan kebutuhan dan gaya hidup penghuninya.
Disadur dari detik.com