Kejaksaan Tinggi DIY Sat Set Bongkar Kasus Mafia Tanah

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sat set dalam membongkar kasus mafia tanah. Kini Kejati lagi fokus ngusut kasus penyalahgunaan Tanah Kas Desa (TKD) Candibinangun, Kapanewon Pakem, Sleman.

Geledah Kantor PT Jogja Eco Wisata

Jaksa Kejati DIY melakukan penggeledahan terhadap Kantor PT Jogja Eco Wisata di Jalan Bulus Lor, Candibinangun, Pakem, Sleman. Diketahui, Jogja Eco Wisata adalah nama dari perumahan yang didirikan di kawasan Candibinangun.

Herwatan selaku Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati DIY bilang, paling tidak penggeledahan dilakukan di tiga ruangan. Tim penyidik pun menyita sejumlah barang dari hasil penggeledahan itu.

“Penggeledahan dilakukan di ruang kerja manager, humas dan gudang,” terang Herwatan melalui keterangan tertulis, Selasa (14/11/2023).

“(Tim Penyidik) Berhasil membawa peralatan elektronik dan beberapa dokumen,” tambahnya.

Herwatan juga bilang, maksud dari penggeledahan ini adalah untuk memperkuat alat bukti kasus mafia TKD di Candibinangun.

“Untuk menguatkan alat bukti permulaan yang cukup adanya dugaan keras telah terjadi tindak pidana korupsi mafia tanah pemanfaatan tanah kas Desa Candibinangun Kabupaten Sleman,” terangnya.

Geledah Kantor Kalurahan Candibinangun

Sebelumnya, penggeledahan juga sudah dilakukan oleh tim Kejati DIY di Kantor Kelurahan Candibinangun. Ruangan yang digeledah di antaranya ruang kerja Lurah, Carik, Pangripto Tata Laksana, Jogoboyo dan Danarto. Penggeledahan ini mengamankan sejumlah alat bukti terkait kasus penyalahgunaan TKD seperti laptop dan berkas-berkas.

“(Menyita) Lima unit HP (ponsel), tiga unit Hard Disk, tiga unit Laptop, dan beberapa dokumen,” jelas Herwatan dalam keterangan tertulis.

Herwatan bilang, usai penggeledahan ini, tim penyidik bakal menetapkan tersangka. Meski begitu, Herwatan enggan membocorkan berapa jumlah tersangka tersebut.

“Nantinya akan ada tersangka baru, tapi sabar dulu, ini kan baru menambahkan kekuatan alat bukti. Nanti akan ada pemberitahuan,” terang Herwatan saat dihubungi wartawan, Selasa (14/11).

Kasus Mafia Tanah TKD di DIY

Dalam kasus mafia TKD di Jogja ini, Kejati DIY sudah menetapkan sejumlah tersangkan. Pada kasus TKD Nologaten, Caturtunggal, Sleman, terdapat tiga tersangka. Ketiga tersangka itu adalah Robinson Saalino, Direktur PT Deztama Putri Sentosa; Agus Santoso, Lurah Caturtunggal; dan Krido Suprayitno, mantan Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY. Agus dan Krido masih dalam proses persidangan, sedangkan Robinson sudah divonis 8 tahun penjara.

Lalu pada kasus mafia TKD Maguwoharjo, Sleman, Robinson Saalino juga ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Lurah Maguwoharjo Kasidi.

Disadur dari detik.com

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan