Di tengah isu harga daging sapi yang mulai merangkak naik di Jakarta dan sekitarnya, warga Sleman bisa sedikit bernapas lega. Pasalnya, harga daging sapi di Kabupaten Sleman sejauh ini masih terpantau stabil dan belum ikut-ikutan naik. Pemerintah daerah memastikan kondisi pasar masih kondusif, baik dari sisi harga maupun pasokan.
Pantauan Pasar Masih Stabil
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman rutin turun ke pasar-pasar tradisional buat ngecek langsung kondisi di lapangan. Hasilnya, harga daging sapi di Bumi Sembada masih sejalan dengan rata-rata harga di wilayah DIY. Ketua Tim Kerja Distribusi dan Pemasaran Bidang Perdagangan Disperindag Sleman, Fitriana Nurhayati, menyebut harga daging sapi paha belakang berada di kisaran Rp140.714 per kilogram. Sementara itu, daging paha depan dijual sekitar Rp139.286 per kilogram.
Menurut Fitriana, harga yang relatif stabil ini juga dipengaruhi oleh permintaan yang belum melonjak drastis. Aktivitas jual beli masih berjalan normal, belum ada tanda-tanda panic buying atau lonjakan konsumsi yang biasanya bikin harga naik tiba-tiba.
Permintaan Masih Kalem, Distribusi Jalan Terus
Disperindag Sleman terus mengawasi jalur distribusi agar pasokan daging ke pedagang tetap lancar. Selama distribusi aman dan stok tersedia, potensi gejolak harga bisa ditekan. Fitriana menegaskan pihaknya bakal terus memantau situasi pasar supaya pedagang dan konsumen sama-sama nyaman.
Pasokan Jelang Ramadan Dipastikan Aman
Dari sisi pasokan, Kepala Disperindag Sleman RR Mae Rusmi Suryaningsih juga menyampaikan kabar positif. Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, pasokan daging sapi diprediksi aman hingga menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Mae Rusmi menyebut sudah mulai terlihat peningkatan lalu lintas ternak yang masuk ke Sleman. Kondisi ini justru jadi sinyal bagus karena stok daging bisa tetap terjaga saat permintaan biasanya naik. Pemerintah daerah bersama instansi terkait bakal terus siaga, memantau harga dan pasokan supaya pasar tetap stabil dan daya beli masyarakat tidak terganggu.
Disadur dari harianjogja.com