Beli Rumah Lewat KPR Sah-Sah Aja, Tapi Sewa Rumah Juga Tak Masalah

Punya rumah sendiri masih jadi impian banyak orang. Sayangnya, harga properti terus naik, sementara penghasilan belum tentu ikut ngebut. KPR akhirnya jadi jalan yang sering dipilih. Bayar uang muka, lalu cicil setiap bulan sampai rumah benar-benar lunas.

Tapi, jangan lupa, makin panjang tenor KPR, makin lama juga kita hidup dengan kewajiban utang.

Cicilan Lebih Ringan, Bayarnya Lebih Lama

Pada 1 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto membuka peluang skema KPR dengan tenor hingga 40 tahun. Tenor panjang memang bisa bikin cicilan bulanan terasa lebih ringan.

Namun, ada konsekuensinya. Misalnya mengambil KPR 40 tahun di usia 25 tahun, berarti cicilan baru selesai saat usia 65 tahun.

Total pembayaran juga perlu dihitung. Rumah seharga Rp500 juta dengan tenor 20 tahun dan bunga efektif 10–12 persen per tahun, misalnya, bisa membuat total pembayaran mencapai sekitar Rp900 juta hingga Rp1,2 miliar. Angka ini belum memperhitungkan biaya dan risiko lain.

Jadi, jangan cuma terpaku pada nominal cicilan bulanan. Lihat juga total uang yang bakal keluar sampai KPR lunas.

Mengontrak Bukan Berarti Gagal

Di sisi lain, menyewa rumah juga bukan pilihan yang harus dianggap kalah. Buat yang penghasilannya belum stabil, mengontrak bisa memberikan ruang finansial lebih lega.

Tidak perlu menyiapkan uang muka besar atau terikat cicilan puluhan tahun. Pengeluaran juga relatif lebih fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan.

Data price-to-rent Indonesia pada Mei 2026 berada di angka 25. Rasio ini berada di atas angka 21 yang kerap digunakan sebagai salah satu patokan untuk melihat kapan menyewa secara matematis lebih ekonomis dibanding membeli.

Jangan Cuma Mengejar Status Punya Rumah

Punya rumah memang menyenangkan, tetapi keputusan membeli sebaiknya tidak cuma didorong gengsi. Pertanyaan pentingnya justru: sanggup enggak membayar cicilan tanpa bikin kehidupan sehari-hari berantakan?

Kalau belum siap, selisih antara biaya sewa dan cicilan bisa dialokasikan untuk membangun tabungan, dana darurat, atau investasi sesuai tujuan dan profil risiko masing-masing.

Sesuaikan dengan Kondisi Keuangan

Membeli dan menyewa sama-sama punya konsekuensi. KPR bisa membantu memiliki rumah lebih cepat, sedangkan menyewa memberikan fleksibilitas lebih besar.

Sebelum mengambil cicilan puluhan tahun, hitung kemampuan bayar, siapkan dana darurat, pahami biaya tambahan, dan pertimbangkan kemungkinan penghasilan berubah.

Intinya, rumah seharusnya menjadi tempat pulang dan merasa aman. Jangan sampai demi cepat punya rumah, cicilan malah menjadi beban yang menghantui selama bertahun-tahun.

Disadur dari theconversation.com

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan