4 Jenis Atap Rumah Ini Jagonya Menangkal Panas

Rumah terasa kayak sauna saat musim kemarau? Jangan-jangan masalahnya bukan cuma cuaca, tapi juga material atap yang dipakai.

Atap menjadi bagian rumah yang paling sering kena sinar matahari. Kalau bahannya gampang menyerap panas, suhu di dalam rumah ikut naik dan bikin ruangan terasa gerah. Atap berbahan asbes dan seng, misalnya, cenderung lebih mudah meneruskan panas ke dalam hunian.

Kalau sudah begitu, mungkin sudah waktunya mempertimbangkan material atap yang bisa membantu meredam panas. Berikut beberapa pilihannya.

1. Genteng Keramik

Genteng keramik bisa jadi pilihan buat kamu yang ingin rumah terasa lebih adem. Material ini mampu membantu menahan panas sehingga suhu di dalam ruangan terasa lebih nyaman.

Beberapa genteng keramik juga punya lapisan glazur yang membuat permukaannya lebih mampu menghadapi paparan sinar matahari.

Saat pemasangan, perhatikan kemiringan atap. Kemiringan sekitar 30 derajat diperlukan agar air hujan bisa mengalir dengan baik dan genteng nggak gampang bergeser.

2. Genteng Tanah Liat

Material yang satu ini sudah nggak asing di rumah-rumah Indonesia. Genteng tanah liat dikenal mampu membantu meredam panas dan punya daya tahan yang cukup baik.

Namun, bobotnya relatif berat. Jadi, rangka atap harus dibuat cukup kuat agar mampu menopang beban genteng dalam jangka panjang.

3. Atap Sirap Kayu

Kalau ingin rumah punya kesan natural, atap sirap kayu bisa dipertimbangkan. Atap ini dibuat dari bilahan kayu yang disusun dan ditumpuk secara rapi.

Selain tampilannya unik, material kayu juga punya kemampuan alami dalam membantu menahan panas. Nggak heran kalau sirap banyak digunakan pada rumah tradisional, gazebo, atau bangunan bergaya alami.

4. Atap Dak Beton

Buat rumah dengan konsep atap datar, dak beton bisa menjadi pilihan. Selain membantu meredam panas, area atasnya juga bisa dimanfaatkan sebagai rooftop, tempat menjemur pakaian, area santai, hingga lokasi panel surya.

Tapi ada satu hal yang wajib diperhatikan: drainase. Permukaan datar membuat air hujan lebih mudah menggenang, sehingga saluran pembuangan harus dibuat dengan baik. Atap juga perlu rutin dibersihkan dari sampah dan kotoran.

Jadi, kalau rumah terasa makin panas saat kemarau, coba cek bagian atapnya. Pemilihan material yang tepat bisa membantu membuat hunian lebih nyaman tanpa harus terus bergantung pada pendingin ruangan.

Disadur dari detik.com

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan