Ini Lho 4 Pekerjaan yang Bikin KPR Susah Di-Acc

Punya rumah lewat KPR memang jadi jalan praktis buat banyak keluarga. Tapi, persetujuan bank ternyata bukan cuma soal gaji besar. Bank juga melihat seberapa jelas dan stabil penghasilan calon debitur, termasuk dari jenis pekerjaannya.

Menurut Arianto Muditomo, profesi bukan satu-satunya penentu KPR disetujui. Kemampuan membayar tetap menjadi pertimbangan utama. Tantangannya, tidak semua pekerja punya slip gaji atau penghasilan tetap yang mudah dibuktikan.

1. Pekerja Informal

Pedagang kecil, tukang cukur, hingga pengemudi ojek daring bisa menghadapi tantangan karena tidak memiliki kontrak kerja atau slip gaji seperti karyawan kantoran.

Meski begitu, bukan berarti peluang KPR tertutup. Bank bisa melihat pola pemasukan melalui rekening koran atau bukti transaksi. Jadi, semakin rapi arus uang dan catatan penghasilan, semakin mudah kemampuan bayar dinilai.

2. Pekerjaan Berisiko Tinggi

Penambang, petugas pemadam kebakaran, dan pelaut memiliki pekerjaan dengan risiko keselamatan lebih tinggi. Kondisi ini bisa membuat bank memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan pembayaran cicilan.

Salah satu antisipasinya adalah asuransi pelunasan kredit jika debitur meninggal dunia. Pilihan lain adalah mengambil tenor lebih pendek, meski konsekuensinya cicilan bulanan menjadi lebih besar.

Selain pekerjaan, bank tetap melihat rekam jejak kredit, kelengkapan dokumen, dan kondisi keuangan calon debitur.

3. Freelancer

Kerja freelance memang menawarkan fleksibilitas, tetapi pemasukan biasanya tidak selalu sama setiap bulan. Fluktuasi penghasilan inilah yang membuat bank perlu melihat kondisi keuangan freelancer secara lebih mendalam.

Bukti pemasukan yang jelas, rekening koran, serta rata-rata penghasilan yang memadai bisa membantu bank menilai kemampuan membayar cicilan.

4. Wiraswasta

Pengusaha juga bisa menghadapi tantangan karena penghasilannya bergantung pada kondisi bisnis. Omzet yang naik turun atau kerugian dapat memengaruhi penilaian bank.

Karena itu, penting bagi pelaku usaha untuk menjaga arus kas tetap sehat dan terdokumentasi. Bukti transaksi, laporan keuangan, serta legalitas usaha juga bisa menjadi pendukung saat mengajukan KPR.

Bukan Profesinya, tapi Bukti Penghasilannya

Pada dasarnya, tidak ada profesi yang otomatis membuat pengajuan KPR ditolak. Bank tetap melihat kemampuan membayar, kestabilan pemasukan, kelengkapan dokumen, dan riwayat kredit.

Jadi, pekerja informal, freelancer, wiraswasta, maupun pekerja dengan profesi berisiko tetap punya peluang mengajukan KPR. Kuncinya adalah menyiapkan bukti penghasilan dan kondisi keuangan yang bisa meyakinkan bank.

Disadur dari detik.com

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan